Cara Membuat Laporan Perubahan Modal

Untuk sebuah perusahaan, unsur paling krusial adalah laporan keuangan. Sebuah perusahaan bisa dikatakan mashyur atau bangkrut bukan dari kondisi fisik bangunan perusahaan tersebut, melainkan kondisi keuangan perusahaan pada tahun lalu dan/atau tahun berjalan.

Tidak hanya itu, dengan memiliki laporan keuangan, perusahaan dapat memiliki manfaat lainnya. Perusahaan bisa mengerti dan memahami kondisi finansial perusahaan, titik mana yang dianggap melemah dan lainnya. Dan dari situ, muncullah sebuah strategi baru untuk memperkuat titik yang lemah tersebut.

Akhirnya, perusahaan bisa ‘menyelamatkan diri’ dari resiko kebangkrutan yang mengancam. Itu semua berkat laporan keuangan yang dibuat oleh para staff akuntan dari perusahaan tersebut setiap periodenya. Periode tiap perusahaan berbeda-beda tergantung kebijakan, namun normalnya, satu periode adalah satu tahun mulai dari Januari hingga Desember.

Pada dasarnya, laporan keuangan mempunyai empat laporan pokok yang harus dibuat oleh perusahaan. Apabila Anda merupakan seorang pebisnis yang mempunyai usaha cukup besar, Anda juga harus membuat keempat laporan keuangan ini.

Keempat laporan tersebut terdiri atas Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Neraca dan Laporan Perubahan Modal. Pada kali ini, kami akan menjelaskan secarai detail mengenai Laporan Perubahan Modal. Bagaimana penjelasannya? Mari kita baca artikel berikut ini dengan baik.

Laporan Perubahan Modal

 

Mungkin banyak dari Anda yang masih awam mengenai istilah Laporan Perubahan Modal. Kebanyakan hanya mengerti laporan laba rugi dan laporan arus kas, selain itu laporan keuangan lainnya tidak terlalu penting.

Padahal, laporan perubahan modal ini sama pentingnya dengan laba rugi dan arus kas, lho. Tanpa laporan perubahan modal, usaha yang Anda jalankan pun tidak berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Laporan perubahan modal itu apa sih? Laporan ini menyajikan informasi mengenai perubahan naik turunnya modal di suatu perusahaan. Kenapa modal bisa naik turun? Itu disebabkan karena adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan pada periode akuntansi tertentu.

Untuk laporan perubahan modal, definisinya sebenarnya cukup mudah dicerna dan dipahami. Sesuai dengan namanya, laporan perubahan modal diartikan sebagai ikhtisar atau hasil akhir dari jumlah modal yang perusahaan punyai di akhir periode akuntansi tertentu.

Laporan perubahan modal ini tidak berdiri sendiri, melainkan meminta ‘bantuan’ dari unsur-unsur laporan laba/rugi. Alasannya adalah hasil akhir dari laporan laba/rugi yang berupa laba bersih, akan menjadi salah satu unsur penting di laporan perubahan modal nantinya.

Sebaliknya pun begitu, apabila perusahaan mengalami kerugian, otomatis laporan laba/rugi akan menghasilkan nilai minus di akhir. Nilai minus tersebut juga akan mempengaruhi laporan perubahan modal perusahaan tersebut.

Secara rinci, laporan perubahan modal menggambarkan secara detail perubahan-perubahan modal yang terjadi selama perusahaan Anda bergerak atau beroperasi.

Misalnya, apabila perusahaan Anda melakukan sebuah kegiatan atau proyek, modal Anda otomatis akan berkurang. Apabila proyek itu sukses, maka secara otomatis juga modal Anda akan bertambah alias naik dari angka sebelumnya. Sebaliknya, apabila proyek itu gagal, modal Anda akan turun dan bahkan bisa mencapai angka minus.

Itulah yang dimaksud dengan dinamika kegiatan operasional perusahaan. Laporan perubahan modal lah yang akan bertugas untuk mengawasi pergerakan tersebut, dan akan memberikan Anda hasil akhir berupa sisa modal yang tersisa di akhir tahun periode akuntansi.

Untuk menyusun laporan perubahan modal, Anda harus menyusun neraca lajur alias kertas kerja terlebih dahulu. Setelah itu, Anda menggunakan hasil akhir dari kertas kerja tersebut dan membubuhkannya ke dalam laporan laba/rugi. Barulah, setelah hasil akhir dari laporan laba/rugi terlihat, Anda dapat memulai untuk membuat laporan perubahan modal.

Tujuan Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal dibuat tentunya karena laporan tersebut memiliki tujuan. Tujuan dari dibuatnya laporan tersebut adalah untuk mengikhtisarkan semua aktiva dan dana yang perusahaan hasilkan dalam sepanjang satu periode akuntansi tertentu. Selain itu, tentu saja laporan ini akan menunjukkan perubahan modal perusahaan selama periode tertentu.

Unsur-unsur Laporan Perubahan Modal

Seperti halnya laporan keuangan lainnya, laporan perubahan modal memiliki beberapa unsur penting yang tidak boleh dilewatkan. Berikut adalah unsur-unsur laporan perubahan modal:

  • Laba neto periode akuntansi
  • Laba tidak dibagi awal periode (per awal tahun)
  • Laba tidak dibagi per akhir periode
  • Dividen yang di umumkan

Perubahan modal tidak hanya dipengaruhi oleh untung ruginya perusahaan, lho. Namun juga karena adanya keputusan pemilik yang menginvestasikan sejumlah modal, adanya setoran tambahan. Dan juga apabila si pemilik mengambil modal untuk keperluan pribadi alias prive.

Cara Membuat Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal berisi beberapa hal berikut ini:

  • Modal awal, yakni modal pada awal tahun.
  • Tambahan investasi pemilik, yakni setoran modal yang berasal dari pemilik sepanjang satu periode akuntansi.
  • Pengambilan pribadi, yakni pengambilan uang untuk kepentingan pribadi oleh pemilik perusahaan sepanjang satu periode akuntansi.
  • Perolehan laba atau rugi, yakni hasil laba bersih ataupun rugi bersih perusahaan sepanjang satu periode akuntansi.
  • Modal akhir, yakni modal yang didapat pada akhir tahun.
  • Laba bersih yang terkandung pada laporan perubahan modal mesti sama dengan jumlah laba bersih yang didapat pada laporan laba/rugi.

Modal awal bisa Anda lihat dari neraca saldo yang sebelumnya telah Anda buat. Jika Anda melakukan kegiatan investasi, maka tambahlah nominal tersebut dari lajur penyesuaian. Untuk laba bersih, bisa Anda lihat dari neraca lajur kolom rugi atau laba. Prive atau pengambilan pribadi diambil dari neraca lajur kolom neraca.

Sedangkan rugi atau untungnya perusahaan bisa dilihat dari lajur laba/rugi yang ada di laporan laba/rugi.

Dengan mengetahui unsur-unsur dan cara mendapatkan nominal unsur tersebut, kini Anda sudah bisa membuat sebuah laporan perubahan modal untuk perusahaan Anda.

Tips Dalam Membuat Laporan Perubahan Modal

 

Dalam membuat sebuah laporan perubahan modal, kami mempunyai beberapa tips untuk Anda agar tidak terlalu sulit dalam mengerjakannya. Berikut ini akan kami perlihatkan kepada Anda mengenai tips untuk mengetahui nilai modal awal perusahaan Anda.

Secara umum, modal awal perusahaan terdiri atas:

  • Jika usaha atau bisnis ini mendapatkan sumbangan dana dari investor, maka masukan juga data modal investasi.
  • Nilai dari laba bersih.
  • Perhitungan laba bersih dan juga laba kotor. Perhitungan kedua jenis laba ini didasari dari informasi laporan laba rugi.
  • Seberapa banyak jumlah modal akhir.
  • Cantumkan seberapa banyak pengeluaran pribadi yang terpakai.

Tips berikutnya yang kami sampaikan adalah Anda harus tahu mengenai faktor yang mempengaruhi besaran sebuah nilai. Apa saja faktor-faktor tersebut?

  • Adanya kerugian maupun laba yang didapat.
  • Mendapatkan jenis tambahan investasi yang akan menambahkan jumlah modal yang dimiliki.
  • Pengambilan modal disaat terdesak.

Itulah artikel kami mengenai laporan keuangan, khususnya mengenai laporan perubahan modal. Kini Anda sudah memahami laporan tersebut, saatnya untuk mengaplikasikannya ke dalam usaha Anda!