Pengertian SOP Perusahaan

Pengertian SOP Perusahaan

Pengertian SOP Perusahaan

 

Tahukah Anda apakah yang dimaksud dengan SOP atau standard operating procedure? Nah, pengertian dari standard operating procedure atau SOP perusahaan adalah suatu dokumen yang isinya tentang prosedur kerja yang wajib untuk dilakukan secara kronologis serta secara sistematis. Hal tersebut dikerjakan guna menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu yang bertujuan supaya bisa mendapatkan hasil pekerjaan yang paling efektif.

Istilah standar operasional prosedur atau SOP ini biasanya digunakan pada bidang bisnis terutama pada bisnis yang bergeraknya di sektor industri. SOP ini juga suatu pedoman maupun acuan untuk bekerja dengan alat penilaian kinerja para pegawai dan juga fungsi  yang telah sesuai dengan prosedur tata kerja, sistem kerja dan juga prosedur kerja yang sudah diberlakukan di perusahaan tersebut.

SOP atau standar operasional prosedur memiliki tujuan utama supaya proses pelaksanaan suatu pekerjaan bisa dikerjakan dengan tertib, rapi dan juga sistematis mulai dari awal sampai dengan akhir. Selain itu, dengan adanya SOP ini juga diharapkan supaya kualitas dari pekerjaan bisa menjadi lebih baik.

Pengertian SOP Perusahaan Menurut Para Ahli

Pengertian SOP dari beberapa ahli ini di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Moekijat

Pengertian SOP atau standar operasional prosedur menurut Moekijat ini merupakan urutan dari langkah-langkah atau juga pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan seperti di mana pekerjaan itu dikerjakan, di mana melakukannya, siapa yang melakukannya dan juga bagaimana cara melakukannya.

  • Istyadi Insani

Pengertian standard operating procedure atau SOP menurut seorang ahli bernama Istyadi Insani menyatakan yaitu dokumen yang di dalamnya berisi tentang serangkaian instruksi secara tertulis yang telah dibakukan terkait dengan proses-proses penyelenggaraan administrasi perkantoran. Di dalamnya berisikan tentang cara-cara dalam melakukan pekerjaan, tempat untuk menyelenggaraannya, waktu untuk pelaksanaannya serta pelaku yang berperan di dalam kegiatan tersebut.

  • Sailendra

Sailendra berpendapat bahwa SOP  adalah suatu perpaduan yang dipergunakan supaya bisa memastikan bahwa kegiatan operasional yang terdapat di dalam suatu perusahaan telah berjalan lancar yang sesuai harapan.

  • Tjipto Atmoko

Sedangkan SOP atau standard operating procedure menurut Tjipto Atmoko yakni suatu acuan atau suatu pedoman di dalam menjalankan tugas pekerjaan yang telah sesuai dengan fungsi serta alat penilaian terhadap kinerja di suatu instansi pemerintah maupun instansi non pemerintah, usaha atau juga non usaha. Semuanya itu berdasarkan atas indikator-indikator teknis, prosedural yang sesuai tata kerja serta administratif, prosedur kerja dan juga sistem kerja di tiap-tiap unit kerja yang saling berhubungan.

Pengertian SOP Perusahaan

 

Tujuan SOP (Standar Operasional Persedur)

Tujuan dari standard operating procedure atau SOP adalah secara umum yaitu untuk bisa menjelaskan sedetail mungkin terkait semua kegiatan tugas serta pekerjaan yang telah dilakukan secara berulang-ulang pada suatu perusahaan. Dilihat dari pelaksanaannya, maka SOP atau standard operating procedure ini memiliki beberapa tujuan yang bisa bermanfaat terhadap operasional di perusahaan maupun organisasi, seperti:

  • Untuk menjaga kondisi tertentu maupun konsistensi kinerja, serta ke mana petugas serta lingkungan di dalam pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.
  • Untuk memberikan acuan atau juga pedoman di dalam pelaksanaan suatu pekerjaan maupun tugas terhadap para pekerja maupun supervisor.
  • Untuk membantu perusahaan dalam menghindari kesalahan, keraguan, konflik, pemborosan dan juga duplikasi di dalam pelaksanaan pekerjaan.
  • Untuk memberikan parameter atau juga ukuran di dalam penilaian dari mutu kerja maupun pelayanan.
  • Untuk memberikan jaminan kepada para pengguna seluruh sumber daya dengan cara yang efektif serta efisien.
  • Untuk menjalankan seluruh urutan serta alur kerja, tanggungjawab dan juga wewenang para petugas yang berhubungan.
  • Sebagai dokumen yang di dalamnya bisa memberikan penjelasan-penjelasan serta penilaian terhadap proses dari pelaksanaan kerja jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan administrasi.
  • Sebagai dokumen yang isinya terkait pedoman yang bisa dipakai untuk berbagai kegiatan pelatihan pekerjaan.
  • Menjadi dokumen sejarah apabila akan melakukan revisi SOP serta untuk menggantinya dengan SOP yang lebih baru.

Fungsi SOP (Standar Operasional Prosedur)

Berikut ini fungsi dari SOP yang perlu Anda pahami:

  • Membantu supaya mempermudah pekerjaan bagi para pegawai maupun unit atau tim kerja
  • Sebagai dasar hukum kuat jika sewaktu-waktu terjadi suatu penyimpangan
  • Untuk memberikan pengetahuan yang terkait dengan hambatan-hambatan yang sedang atau akan terjadi terhadap para pegawai
  • Memberikan arahan terhadap para pegawai supaya mereka bisa saling menjaga kedisiplinan di dalam melakukan pekerjaan
  • Sebagai pedoman atau acuan di dalam melaksanakan tugas maupun kerja

Manfaat SOP (Standar Operasional Prosedur)

Karena SOP ini dipakai sebagai pedoman kerja, maka tentunya SOP punya peran yang sangat penting di dalam suatu perusahaan. Terutama SOP ini juga telah dipakai sebagai dasar untuk bagaimana para anggota perusahaan dalam melakukan pekerjaan. Inilah manfaat SOP:

  • Meminimalisir atau mengurangi kelalaian serta kesalahan para pegawai di dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebab SOP ini juga punya peran sebagai standarisasi bagi perusahaan.
  • Di dalam dokumen SOP terdapat acuan kerja bagi para pegawai. Dengan begitu, maka SOP bisa membantu bagi para pegawai supaya mereka lebih mandiri serta tidak lagi ketergantungan dengan intervensi manajemen perusahaan.
  • Bisa membantu untuk meningkatkan akuntabilitas.
  • Menciptakan ukuran standar kerja serta bisa dijadikan sebagai acuan dalam melakukan evaluasi kinerja para pegawai.
  • Membantu para pegawai baru supaya mereka lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungannya.
  • Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas
  • Untuk membantu pekerjaan supaya bisa diselesaikan secara konsisten

Prinsip-Prinsip SOP

Berdasarkan pengertian SOP, maka dalam implementasinya harus memenuhi beberapa prinsip SOP sebagai berikut:

  • Konsistensi

Karena tujuan SOP adalah sebagai acuan kerja, maka SOP harus dilaksanakan dan juga dibuat dengan konsisten dari waktu ke waktu bagi siapa saja dan dengan kondisi apa saja.

  • Mengikat

Walaupun sifat SOP adalah dinamis pada penyempurnaan, akan tetapi di dalam penerapannya, SOP memiliki sifat yang mengikat untuk siapa saja. Tugas maupun pekerjaan memang sudah seharusnya diselesaikan sesuai dengan berdasarkan prosedur yang sudah ditulis di dalam dokumen SOP.

  • Komitmen

Selain konsisten, SOP juga harus dilaksanakan dengan penuh komitmen, baik itu bagi para pegawai ataupun petinggi-petinggi perusahaan.

  • Setiap Unsur Punya Peran Penting

SOP memiliki peran yang sangat penting untuk setiap pegawai. Dengan demikian apabila ada satu pegawai yang tidak patuh untuk melaksanakan perannya secara baik, maka hal tersebut bisa mengganggu proses yang lainnya.

  • Perbaikan Berkelanjutan

Dalam pelaksanaannya, sebenarnya SOP ini sifatnya tidak kaku alias terbuka dengan adanya penyempurnaan atau perbaikan secara berkelanjutan supaya bisa membentuk prosedur-prosedur yang lebih efisien dan efektif.

  • Terdokumentasi

Seluruh prosedur yang sudah tertulis di dalam SOP sebaiknya dilakukan dokumentasi secara baik. Dengan demikian bisa dijadikan sebagai referensi untuk para anggota lainnya yang membutuhkannya.

Nah, demikianlah ulasan tentang pengertian SOP atau standard operating procedure yang sudah kami rangkum secara jelas. Semoga bisa bermanfaat kepada Anda yang sedang membutuhkan informasi terkait pengertian SOP ini.

Definisi Penjelasan apa itu Istilah Stock Opname Dalam Perusahaan

Apa yang Dimaksud Dengan Stock Opname?

Apakah Anda pernah mendengar tentang istilah Stock Opname? Bukan, ini bukan opname yang biasanya dilakukan di rumah sakit, alias rawat inap. Stock opname ini adalah salah satu istilah di bidang akuntansi dan bisnis, yang merupakan hal krusial untuk keberlangsungan perusahaan.

Bagi pelajar atau mahasiswa yang berkecimpung dalam jurusan akuntansi, sudah jelas tidak asing lagi dengan istilah stock opname. Juga dengan para pengusaha atau karyawan tetap perusahaan yang mengurusi bidang gudang dan persediaan.

Perlu Anda ketahui bahwa stock opname sangatlah penting bagi perusahaan. Apabila tidak ada stock opname, alur perusahaan bisa kacau dan perusahaan tidak bisa mengatasi permasalahan yang akan datang. Sebegitu pentingkah stock opname?

Pada kali ini kami akan membahas mengenai definisi dari stock opname, juga hal-hal yang terkait dengan istilah tersebut. Apabila Anda seorang yang berkecimpung dalam bidang pergudangan atau akuntansi, Anda tidak boleh melewatkan ulasan dari artikel ini!

Definisi Stock Opname

Stock opname adalah kegiatan penghitungan persediaan secara fisik yang ada di gudang. Perlu diingat bahwa persediaan yang dihitung di sini adalah persediaan yang kemudian nantinya akan layak jual. Stock opname ini bertujuan untuk mengkonfirmasi nominal yang ada di catatan pembukuan staf akuntansi.

Dengan mencocokkan jumlah persediaan yang ada di gudang dengan catatan pembukuan si akuntan, akan tercipta keakuratan pembukuan. Selain itu, stock opname juga bertujuan untuk mengecek apakah ada barang yang hilang atau tercuri. Karena itu bisa dibuktikan apabila catatan pembukuan dan stock opname tidak menunjukkan nominal yang sama.

Stock opname juga bisa dipergunakan sebagai media untuk menguji keakuratan karyawan akuntan Anda. Apabila terdapat satu-dua transaksi yang lalai dicatat, maka itu menunjukkan akuntan Anda kurang teliti dalam bekerja dan Anda bisa menegurnya.

Apabila Anda melakukan kegiatan stock opname dan ternyata hasilnya berbeda dengan buku pembukuan, terdapat dua cara untuk menyelesaikannya. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Apabila barang secara fisik kurang, maka Anda bisa membuat jurnal penyesuaian atas kekurangan barang.
  • Anda juga bisa membebankan kekurangan barang tersebut kepada petugas stock opname, agar Anda tidak perlu mengubah jurnal keuangan dan petugas stock opname Anda bisa lebih teliti dan berhati-hati.

Manfaat dari Kegiatan Stock Opname

Stock Opname memiliki berbagai manfaat untuk perusahaan yang Anda jalani. Mau itu perusahaan kecil atau besar, stock opname tetap berperan besar. Jadi, jangan remehkan kegiatan stock opname. Berikut ini adalah beberapa manfaat stock opname:

  • Mengetahui kondisi barang di gudang secara pasti.
  • Meminimalisir penyimpangan terhadap barang, baik itu kekurangan atau kelebihan.
  • Bisa untuk tidak lanjut secara cepat jika ada barang hilang atau kekurangan barang, sehingga tidak sampai terjadi stok barang menjadi kosong.
  • Mengetahui secara pasti arus masuk dan keluar barang secara pasti.
  • Dapat digunakan sebagai analisis tahun-tahun sebelumnya sehingga perkembangan perusahaan bisa diketahui.

Rekomendasi Frekuensi Stock Opname

Seberapa sering Anda melakukan stock opname, itu semua tergantung Anda. Biasanya, banyak perusahaan yang melakukan stock opname tiap tahun atau tiap 12 bulan. Namun ada juga yang melakukan stock opname tiap perkuartal atau 4 bulanan, dan juga triwulan alias 3 bulanan. Bahkan yang melakukan tiap bulan pun ada.

Perlu digaris bawahi bahwa proses stock opname itu tidak sebentar dan tidak mudah, apalagi jika perusahaan Anda termasuk yang sudah besar dan memiliki banyak produk. Maka dari itu Anda harus menimbang-nimbang keputusan frekuensi kegiatan stock opname ini secara bijak.

Akhir-akhir ini, karena adanya perkembangan teknologi, kini pengecekan barang di gudang sudah bisa dilakukan dengan mudah. Dengan bantuan barcode, proses stock opname bisa sedikit meringankan kerja petugas stock opname Anda.

Tahap-tahap Stock Opname

Tahap Awal

Tahap awal ini dilakukan jauh sebelum stock opname dilakukan. Biasanya sekitar satu minggu sebelum prosesnya. Tahap awal ini adalah sebagai berikut:

  • Menginstruksikan orang gudang untuk merapikan stok dengan menatanya sesuai kode dan jenis barang, sehingga pada saat melakukan stock opname tidak terjadi kerancuan karena masalah lokasi barang yang tidak beraturan.
  • Menginstruksikan bagian gudang untuk menyiapkan tag/stiker yang digunakan untuk memberi tanda stok yang telah dihitung nantinya pada saat stock opname.
  • Menginstruksikan bagian gudang untuk melengkapi stok gudang dengan barcode yang sesuai dengan program. Jadi setiap barang yang ada di gudang harus dilengkapi dengan kode barang, ini untuk memudahkan tim penghitung pada saat dilakukannya proses stock opname.
  • Menginstruksikan bagian gudang untuk menyiapkan stiker dengan tulisan “TIDAK DIHITUNG”. Stiker ini nantinya digunakan untuk barang-barang yang tidak perlu dihitung pada saat dilakukannya stock opname.

Tahap Persiapan

Tahap persiapan ini sudah lebih dekat dengan hari stock opname. Biasanya dilakukan sehari sebelum hari H nya. Tahapan persiapan ini terdiri atas:

  • Menginstruksikan bagian gudang untuk menghentikan mutasi barang terhitung sejak tutupnya jam operasional sampai dengan selesainya proses stock opname.
  • Menginstruksikan bagian gudang untuk melengkapi inputan terkait mutasi barang sampai dengan jam tutup operasional.

Tahap Stock Opname

Nah, di sinilah Anda mulai bekerja untuk melakukan stock opname. Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus Anda lakukan dalam kegiatan stock opname:

  • Memastikan kembali semua transaksi sudah ter-input semua ke program.
  • Print semua stok dari program sebagai pedoman stok. Hasil print ini kemudian dibagikan kepada bagian akuntansi di masing-masing tim stock opname.
  • Jangan sampai orang gudang menerima hasil print tersebut. Orang gudang tentunya tidak boleh tahu stok versi program pada saat melakukan penghitungan.
  • Proses stock opname mulai berjalan, setiap stok yang sudah dihitung diberi tanda agar tidak terjadi dobel penghitungan. Biasanya diberi dengan stiker kecil yang kentara.
  • Setiap lembar stok yang telah penuh, kemudian diisi dengan hasil opname. Lalu diserahkan ke bagian tim input untuk mulai disalin ke excel.
  • Format excel yang digunakan ini harus bisa menunjukkan perbandingan stok versi program dengan hasil stock opname, sehingga bisa diketahui stok mana saja yang terjadi selisih.

Kemudian setelah proses stock opname selesai, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah pengecekan ulang apabila ada stok yang selisih. Cek kembali apakah terjadi salah hitung atau memang ada selisih dalam stok. Setelah semua proses selesai, maka hasil stock opname tersebut diserahkan ke bagian akuntansi.

Sampai pada tahap tersebut, prosedur stock opname bisa dikatakan telah selesai. Anda pun sudah bisa beranjak dari tempat dan melaporkan kepada atasan Anda.

Demikianlah pembahasan kami mengenai stock opname. Kami sudah mengulas mulai dari definisi, manfaat, tujuan hingga tahap-tahap dalam stock opname. Bagaimana, apakah Anda sudah mulai paham betapa pentingnya stock opname dalam usaha Anda?

 

Pengertian dan Contoh Pembuatan Analisis SWOT

Pengertian dan Contoh Pembuatan Analisis SWOT

 

Pernah mendengar istilah analisis SWOT? Bagi yang memiliki pengalaman organisasi, pasti sudah pernah mendengarnya. Karena analisis SWOT sering kali diperkenalkan di bagian-bagian awal Anda memasuki sebuah organisasi, baik itu organisasi kampus maupun organisasi masyarakat.

 

Namun analisis SWOT sebenarnya tidak berhenti sampai di situ. Sejatinya, analisis SWOT dapat diterapkan di bidang manapun juga, dan salah satunya adalah di bidang bisnis. Dengan menerapkan analisis SWOT pada bisnis Anda, Anda bisa mengetahui hal-hal yang menjadi kekurangan Anda dan memperbaikinya di masa yang akan datang.

 

Sebaliknya, tanpa analisis SWOT, bisnis Anda bisa jadi kurang begitu lancar karena Anda tidak benar-benar ‘mengenal’ bisnis Anda sendiri. Nah, sudah tahu kan betapa pentingnya analisis SWOT ini? Pada artikel berikut akan kami jelaskan pengertian mengenai analisis SWOT serta contoh-contohnya agar Anda bisa membuatnya sendiri pada bisnis Anda.

 

 

Pengertian dari Analisis SWOT

 

Definisi analisis SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan juga kondisi yang bersifat deskriptif atau memberi suatu gambaran. Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

 

Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi permasalahan yang sedang dihadapi.

 

SWOT adalah singkatan dari:

 

  • S = Strength (kekuatan)
  • W = Weaknesses (kelemahan)
  • O = Opportunities (Peluang)
  • T = Threats (hambatan

 

Jabaran Analisis SWOT

analisis swot - strengths

  • Strength

Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya.

 

Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.

 

 

analisis swot - weaknesses

  • Weaknesses

Yaitu analisis kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.

 

 

analisis swot - opportunities

  • Opportunity

Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan bisa berkembang di masa yang akan datang.

 

 

analisis swot - threats

  • Threats

Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan.

 

Manfaat Analisis SWOT

 

Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan untuk mempertahankan kekuatan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman.

 

Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

 

Faktor Analisis SWOT

 

Faktor analisis SWOT ini dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Faktor Internal terdiri dari Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan), sedangkan Faktor Internal terdiri dari Opportunity (Kesempatan/Peluang) dan Threat (Ancaman).

 

Beberapa faktor internal yang dapat digunakan untuk analisis ini dari sisi Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan) adalah kondisi keuangan, sumber daya manusia, masalah internal, pencapaian perusahaan ataupun hal penting di perusahaan.

 

Sedangkan faktor eksternal yang dapat digunakan dapat disederhanakan menjadi PESTEL yaitu Politic (Politik), Economic (Ekonomi), Social (Sosial), Technology (Teknologi), Environment (Lingkungan) dan Legal (Peraturan/Hukum).

 

Sebaliknya, faktor eksternal ini haruslah berasal dari luar perusahaan, segala hal diatas dapat dibedakan menjadi Opportunity (kesempatan) maupun Threat (Ancaman)

 

Contoh Pembuatan Analisis SWOT Perusahaan

 

Strength

 

  • Struktur permodalan

Perusahaan memiliki struktur permodalan yang memadai sehingga mampu untuk melakukan pengembangan.

 

  • Biaya produksi yang ekonomis

Perusahaan menghasilkan produk dengan biaya produksi yang rendah di dunia.

 

  • Kualitas pelayanan

Perusahaan memiliki pengalaman dalam memberikan pelayanan yang baik dibidang penyerahan produk tepat waktu, harga dan tempat.

 

  • Kemampuan inovasi produk

Perusahaan mempunyai kemampuan dalam penelitian dan pengembangan sdm untuk inovasi baru.

 

  • Manajemen yang solid

Perusahaan memiliki jajaran manajemen yang cukup solid dan handal.

 

Kelemahan

 

  • Komposisi pelanggan

Komposisi pelanggan yang terfokus pada pelanggan besar atau industri akan memperlemah daya tahan perusahaan terhadap gejolak ekonomi yang berpengaruh  langsung terhadap tingkat produktivitas pelanggan industri.

 

  • Kemampuan perencanaan

Kegiatan perencanaan belum dilaksanakan secara terpadu diantara berbagai fungsi  dan tingkatan manajemen.

 

  • Kualitas sumber daya manusia

Kualitas sumber daya manusia  terutama dalam menghadapi  era globalisasi masib belum optimal, hal ini di antaranya disebabkan  belum memiliki pola pendidikan dan latihan yang terprogram.

 

  • Standar prosedur operasi

Standar prosedur operasi dalam berbagai fungsi manajemen belum diterapkan secara konsisten, hal ini disebabkan  belum disertai  petunjuk  pelaksanaan yang memadai.

 

  • Budaya perusahaan

Masih belum terbentuknya budaya perusahaan yang berorientasi  pada biaya serta memiliki otes kerja yang tinggi.

 

Opportunity

 

  • Kemampuan memasuki pasar/segmen pasar

Terbukanya kemungkinan akses ke pasar regional, mampu meningkatkan pasar di negara negara ASEAN.

 

  • Sebagai produk subsitusi dari produk pesaing

Perusahaan mampu menghasilkan poduk sebagai subsitusi dari produk pesaing.

 

  • Diversifikasi dari produk yang sejenis

Perusahaan mampu menghasilkan beberapa produk yang sejenis.

 

  • Birokrasi pemerintahan

Reformasi terhadap sistem pemerintahan diharapakn akan memberi ruang  gerak bagi perusahaan.

 

  • Kebijaksanaan tentang lingkungan

Dengan diberlakukannya perundangan tentang pelestarian lingkungan maka merupakan peluang bagi perusahaan karena produk yang dihasilkan ramah lingkungan.

 

Threats

 

  • Kondisi ekonomi dan politik

Kondisi prekonomian nasional yang menurun dan belum stabil tertuma yang terkait dengan stabilitas politik di dalam negeri.

 

  • Stabilitas nilai tukar mata uang

Menurunya kondisi prekonomian nasional yang ditandai dengan tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing merupakan ancaman bagi perusahaan

 

  • Perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi yang semakin cepat apabila tidak diantisipasi dengan baik akan menjadi ancaman bagi perusahaan.

 

  • Meningkatnya persaingan

Diperkirakan akan muncul perusahaan-perusahaan baru yang mampu menghasilkan produk dan merupakan saingan perusahaan.

 

  • Perubahan cita rasa dari pelanggan

Kemungkinan perubahan cita rasa pelanggan merupakan ancaman bagi perusahaan.

 

Demikianlah artikel mengenai pengertian analisis SWOT beserta contoh-contohnya. Anda dapat mempelajarinya dan menerapkan sendiri analisis SWOT ke dalam bisnis Anda. Niscaya, Anda pasti tahu letak-letak kelebihan, kekurangan dan faktor lainnya dalam bisnis Anda. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, bisnis Anda akan semakin berjalan lancar.

Kami adalah Accurate Business Center yang ada di Mall Artha Gading, konsultan penjualan resmi untuk Accurate Accounting Software,Software Akuntansi Jakarta, untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar sd. JayapuraFree Demo Product ke kantor Anda yang ada di Jakarta!

Untuk mengetahui variant ACCURATE apa yang sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan silahakan konsultasikan dengan kami, langsung WA kami klik disini…

coba gratis accurate online

 

Pengertian Dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian

 Pengertian Dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian

 

Pastinya di saat kalian sudah masuk ke dalam dunia ekonomi akan mengenal tentang jurnal penyesuaian yang mana jurnal penyesuaian tersebut bukan menjadi hal yang baru dalam dunia perekonomian. Nah, untuk kesempatan ini kita akan membahas mengenai pengertian dari jurnal serta cara pembuatan jurnal penyesuaian.

Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang isinya adalah sebuah proses dari penyelarasan tentang catatan serta fakta-fakta dari transaksi yang berada di akhir periode transaksi. Jurnal penyesuaian tersebut nantinya akan disusun sedemikian rupa yang berdasarkan dari data neraca saldo dan juga data informasi penyesuaian yang memang sudah diajukan oleh beberapa pihak yang terkait kepada orang-orang yang melakukan pembuatan jurnal penyesuaian.

Ayat dari jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang nantinya akan dibuat menjadi bahan perubahan yang berada di dalam jurnal penyesuaian sehingga dapat menjadi proses pencatatan perubahan saldo yang berada di beberapa akun. Yang pada akhirnya saldo pun dapat mencerminkan jumlah saldo yang sebetulnya.

Jurnal penyesuaian pun umumnya akan dipakai pada saat adanya suatu transaksi yang diwajibkan dikoreksi sehingga nilainya pendapatan dapat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode transaksi maupun tutup buku. Pada dasarnya jurnal penyesuaian akan selalu dibuat pada akhir periode transaksi, hal ini bertujuan agar mampu menyelaraskan seluruh kesalahan dalam transaksi sehingga bisa di sinkronkan dengan keadaan yang ada.

Fungsi Serta Tujuan Pembuatan Jurnal Penyesuaian

Adapun dari tujuan pembuatan jurnal penyesuaian tersebut ialah agar di akhir periode akun-akun dari kewajiban harta dan juga modal akan menunjukkan kondisi yang sebetulnya. Serta, di dalam akun-akun nominal misalnya seperti akun pendapatan serta beban akan dapat diakui di dalam suatu periode dan bisa menunjukkan kondisi sebetulnya.

Berdasarkan dari informasi di atas fungsi dari sebuah jurnal penyesuaian pun dapat mencakup beberapa informasi sebagai berikut:

  • Jurnal tersebut mampu digunakan sebagai penentuan saldo akun buku besar di akhir transaksi yang selalu ada sehingga pada setiap perkiraan akan sesuai terlebih lagi pada penentuan harta serta kewajiban yang diharuskan menyertakan jumlah yang sebetulnya.
  • Jurnal penyesuaian pun bisa digunakan untuk menentukan jumlah hitungan pada setiap perkiraan yang sifatnya nominal yaitu pendapatan serta bahan yang cocok dengan kenyataan ketika berteman saksi.

Untuk fungsi dari jurnal penyesuaian memang cukup banyak akan tetapi yang paling umum antara lain bisa dipakai untuk menetapkan saldo tertahan pada akun buku besar pada setiap akhir periode sehingga saldo pun bisa tetap dengan real. Bisa dipastikan jika jurnal penyesuaian ini bisa membuat Anda tahu tentang beban dari setiap periode yang terkait.

 

 

jurnal penyesuaian accurate accounting software

Macam-Macam Jurnal Penyesuaian

Setelah tahu pengertiannya, maka berikutnya ini ialah macam-macam dari jurnal penyesuaian yang wajib diketahui, yakni:

  • Prepaid expense atau jurnal penyesuaian beban yang dibayar dimuka

Beban yang dibayar di muka merupakan beban yang sebetulnya harus dibayar pada setiap bulan akan tetapi beban tersebut telah terbayarkan secara sekaligus selama setahun atau beberapa tahun. Jadi kesimpulannya ketika menemukan beban yang diwajibkan untuk dibayar pada periode yang mendatang maka harus dihitung beban mana yang akan dilaporkan pada periode yang bersangkutan atau sekarang.

  • Jurnal penyesuaian dari penyusutan atau disebut dengan depreciation

Penyusutan dari peralatan memang diwajibkan untuk dicatat karena hal itu menjadi pengakuan beban depresiasi serta dapat dijadikan menjadi beban penyusutan di beberapa perusahaan. Contohnya saja seperti kendaraan bangunan dan juga benda fisik yang lain.

  • Accrued expense jurnal hutang

Suatu kewajiban bagi sebuah perusahaan yang belum membayar seperti halnya upah untuk karyawan.

  • Accrued revenue atau jurnal penyesuaian pendapatan yang belum diterima

Piutang pendapatan ialah pendapatan yang telah didapatkan akan tetapi belum diterima serta belum tercatat di dalam rekening rekening. Jadi, pencatatan wajib dibayar agar dapat sesuai.

  • Unearned revenue ataupun jurnal penyesuaian pendapatan yang telah diterima dimuka

Biasanya banyak orang yang kebingungan dengan adanya istilah unearned revenues atau juga istilah deferred revenues. Ketika dipakai di dalam bahasa Indonesia kedua istilah tersebut memang sangat dominan dengan pendapatan yang sudah diterima dimuka. Di mana Anda telah menerima uang terlebih dahulu sedangkan jasa ataupun barang yang Anda jual beli kan belum diterima oleh konsumen atau customer.

Cara Pembuatan Jurnal Penyesuaian Yang Benar

Untuk pembahasan yang selanjutnya adalah mengenai cara pembuatan jurnal penyesuaian. Berikut ini adalah beberapa contoh dari jurnal penyesuaian yang bisa memberi Anda gambaran bagaimana membuat jurnal penyesuaian yang baik.

  • Jurnal penyesuaian yang pencatatannya dalam metode fisik

Persediaan barang dagang yang berada di PT jaya abadi di tanggal 22 Juli 2019 ialah Rp1.000.000, pembelian yang dilakukan selama di bulan Januari 2020 mencapai Rp2.000.000, untuk retur dari pembelian mencapai Rp250.000, serta persediaan dari barang dagang di tanggal 31 Januari 2020 ialah Rp1.500.000.

Nah, untuk pembuatandari jurnal penyesuaian persediaan barang dagang dari PT jaya abadi di bulan Januari 2019 ialah:

  • Cara yang pertama ialah harus membuat perhitungan HPP
Persediaan awal 1.000.000
Pembelian barang 2.000.000
Retur 250.000
Pembelian bersih 1.800.000
Persediaan barang siap dijual 2.800.000
Persediaan akhir

HPP

1.500.000

1.300.000

 

  • Berikut ini ialah jurnal penyesuaian dagang
HPP 1.300.000
Persediaan akhir 1.500.000
Retur dari pembelian 250.000
Pembelian 2.000.000
Persediaan awal 1.000.000

 

Cara Pembuatan Jurnal Penyesuaian Untuk Beban Yang Dibayar Dimuka

Untuk contoh yang paling mudah agar dapat dipahami tentang biaya yang dibayar dimuka merupakan pembayaran sewa dan juga premi asuransi. Pembayaran sewa dan juga premi asuransi umumnya akan dilaksanakan pada beberapa periode contohnya pembayaran sewa untuk 1 bulan, 2 bulan ataupun 5 bulan. Sama halnya dengan premi asuransi yang akan dibayarkan pada periode tertentu contohnya selama 2 bulan. Jadi jumlah pembayaran tersebut sebagian untuk periode yang berkaitan serta bagian lainnya untuk periode yang lain.

Contohnya saja di tanggal 1 Januari 2019 PT agung jaya telah membayarkan premi asuransi kebakaran dengan jumlah Rp 1.500.000 untuk periode 1 tahun. Artinya premi asuransi bulanan tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

Rp1.500.000 : 12 bulan = 125.000

Asuransi yang dibayar dimuka 1.500.000
Kas 1.500.000

 

Untuk jumlah penyesuaian per 31 Januari 2019:

Biaya asuransi 125.000
Asuransi dibayar dimuka 125.000

Nah, dari akun-akun diatas anda pun dapat melihat jika pencatatan premi asuransi yang dibayarkan untuk periode januari 2019 adalah rp125.000 yang berada di dalam akun biaya asuransi.

Sedangkan pada saldo akun asuransi telah dibayar dimuka per 31 Januari 2019 dengan jumlah sebesar Rp 1.500.000 – 125.000 = 1.250.000.

tak dapat dipungkiri jika pencatatan saldo harus dilakukan pada periode periode yang sakitnya sehingga saldo pada akun asuransi yang dibayar di muka pun menjadi nol.

Nah, demikianlah sekilas info yang dapat diberikan kepada anda mengenai pengertian dari jurnal penyesuaian serta cara pembuatan dari jurnal penyesuaian yang baik dan juga benar. Semoga saja dengan adanya ulasan mengenai jurnal di atas dapat membantu Anda yang tengah kebingungan bagaimana cara untuk melakukan pencatatan dari transaksi yang dilakukan oleh.

Pengertian Dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian | Untuk memudahkan Anda mencatat Jurnal Penyesuaian perusahaan, Anda dapat menggunakan layanan software akuntansi. ACCURATE adalah software akuntansi yang memberikan kemudahan dalam membuat jurnal penyesuaian hingga membantu mengelola keuangan bisnis dengan mudah, cepat, aman, dan nyaman. Dengan begitu, Anda akan terbantu dalam memonitor dan mengembangkan bisnis di mana pun dan kapan pun.

9 Cara Mudah Dalam Melakukan Manajemen Usaha Kecil

Bagaimana Melakukan Manajemen untuk Usaha Kecil dengan Mudah ?

Sebagian orang lebih memilih untuk membangun suatu usaha dalam memperoleh penghasilan. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai macam alasan seperti ingin memanfaatkan keahlian khusus yang dimiliki, adanya persaingan ketat dalam mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya.

Terdapat juga sebagian orang yang memiliki membangun usaha karena ingin menjadi pengusaha sukses. Dalam hal ini, salah satu usaha untuk dapat mencapai kesuksesan dalam menjalankan usaha adalah dengan manajemen usaha yang baik dan terstruktur. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting meskipun usaha yang dijalankan termasuk dalam skala kecil.

Tips Memanajemen Usaha Kecil

Akan tetapi, sebagian besar pelaku usaha terutama yang baru menjalankan atau pemula merasa bahwa mengelola usaha merupakan hal cukup sulit. Salah satu kunci yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalah mental sekuat baja. Selain itu pengelolaan dari usaha juga harus direncanakan dengan pertimbangan yang matang.

Bagi pelaku usaha kecil mungkin hal tersebut merupakan sesuatu yang baru sehingga belum memiliki pandangan sama sekali dalam memulainya. Dalam hal ini, terdapat sembilan cara untuk memanajemen usaha kecil yang dapat dipelajari yaitu terdiri dari sebagai berikut ini.

  1. Memahami Produk atau Jasa yang Akan Dipasarkan

Jika ingin memulai suatu usaha pasti hal yang paling utama untuk dilakukan adalah menentukan jenis produk yang ingin dipasarkan. Dalam hal ini, menentukan produk atau jasa harus dipertimbangkan dengan sangat baik dan matang. Pastikan untuk dapat memahami tentang konsep dari barang atau jasa yang akan dipasarkan nantinya.

Manajemen ini juga berlaku bagi pengusaha yang sudah terlanjur membangun usaha namun belum memahami dengan benar mengenai produknya sendiri. Adapun pemahaman yang dilakukan tidak hanya pada proses atau teknis produksinya saja.

Akan tetapi juga mencakup pasar yang berkaitan dengan produk atau jasa serta prospek untuk kedepannya. Perencanaan tersebut dapat dilakukan dengan mulai memikirkan aspek-aspek terpenting. Seperti analisa kelayakan dan prospek produkdengan melihat sisi kebutuhan dari pasar serta kemampuan daya serap pasar akan produk terkait.

  1. Menentukan Visi dan Misi Usaha

Visi dan misi usaha merupakan poin yang sering diabaikan oleh pelaku usaha kecil. Meskipun usaha yang dijalankan termasuk dalam skala kecil, poin ini merupakan hal yang penting agar usaha dapat mengalami peningkatan.

Dalam hal ini, pelaku usaha harus mengetahui visi dan misi usaha yang nantinya akan menjadi panduan agar tetap fokus pada tujuan utama berwirausaha. Tidak jarang ditemukan suatu kegagalan dalam menjalankan usaha karena tidak adanya perilaku untuk dapat meningkatkan kemajuan usaha.

Hal tersebut dikarenakan pelaku usaha yang tidak fokus dalam menjalankan bisnis serta mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Sikap tidak konsisten dalam menjalankan usaha tersebut ada baiknya untuk dihindari agar usaha yang dijalankan dapat membuahkan hasil.

Dengan demikian, modal serta pengorbanan baik waktu maupun tenaga yang telah dikeluarkan sebelumnya tidak akan menjadi sia-sia. Inilah yang menjadi peran dari visi dan misi bisnis. sehingga usaha dapat dijalankan dengan lancar dan konsisten kedepannya.

  1. Menumbuhkan Pemikiran Winning, Positive, dan Learning Attitude Agar Usaha Sukses

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa mental yang kuat adalah hal yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha. Sikap mental sendiri sangat berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi proses untuk membangun bisnis.

Mulai dari waktu yang tidak sedikit, sikap pantang menyerah, proses pembelajaran yang berkesinambungan, hingga menangani masalah dalam menjalankan suatu usaha. Dalam hal ini, membangun suatu usaha tentu tidak akan berjalan dengan mulus setiap saat.

Ada kalanya pelaku bisnis harus dihadapkan dengan permasalahan yang bergonta ganti. Pelaku usaha tentu harus mampu melihat serta menghadapi permasalahan tersebut secara positif. Bukan sebaliknya yaitu membuat pelaku usaha berpikir negatif sehingga membuatnya menjadi patah semangat dan bahkan berputus asa.

Berdasarkan hal tersebut, pelaku usaha harus mampu melihat serta memanfaatkan peluang dalam menjalankan bisnis. Selain itu permasalahan yang terjadi juga harus dijadikan sebagai pembelajaran untuk kedepannya menjadi lebih baik. Dengan demikian sikap-sikap untuk dapat menjadi wirausahawan sukses akan dapat tumbuh dalam diri pelaku usaha.

  1. Membuat Rencana dan Strategi Usaha yang Efektif

Perlu diketahui bahwa sebagian besar kegagalan yang dialami oleh pengusaha bisnis kecil dan menengah disebabkan karena ketidakefektifan perencanaan berwirausaha. Adapun hal yang berkaitan dengan perencanaan bisnis adalah asumsi mengenai kapasitas produk yang akan dipasarkan, proyeksi kenakan harga dan biaya, serta beberapa aspek penting lainnya.

Aspek-aspek tersebut harus direncanakan melalui penggambaran yang seakurat mungkin dalam menyesuaikan dengan realita pasar. Apabila pelaku bisnis mampu memahami dengan baik akan aspek-aspek perencanaan usaha. Maka hal tersebut lebih lanjut akan dapat mengidentifikasi beberapa hal penting yang berkaitan dengan peningkatan dan kegagalan usaha.

Seperti potensi risiko usaha, hingga manajemen dan keuangan yang akan atau sedang terjadi. Dengan demikian langkah-langkah pengendalian serta pencegahan untuk risiko ke depannya juga akan dapat dipikirkan dengan lebih matang.

  1. Memiliki Dasar Manajemendan Organisasi

Manajemen merupakan hal yang sangat krusial dan harus ada dalam suatu usaha bahkan untuk skala paling kecil sekalipun. Aspek yang dikelola dalam hal ini juga mencakup segala kegiatan berwirausaha. Mulai dari proses produksi (jika ada), distribusi, hingga penjualannya agar usaha dapat berlangsung dengan baik.

Apabila sistem manajemen yang dijalankan buruk dan tidak teratur maka akan dapat menyebabkan kerugian yang terjadi tanpa disadari. Sebagai salah satu contoh yaitu bahan baku yang terbuang dengan sia-sia sehingga menimbulkan kerugian biaya tidak terlihat. Oleh karena itu, manajemen serta ilmu kepemimpinan juga sangat dibutuhkan dalam mengelola usaha agar dapat berjalan lebih efektif.

  1. Mengoptimalkan Sumber Daya yang Ada

Sumber daya juga merupakan salah satu kunci dari pencapaian kesuksesan dalam menjalankan usaha. Sumber daya yang dapat digunakan dalam menjalankan usaha dapat bermacam-macam mulai dari sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sumber daya lainnya.

Pengelolaan sumber daya tersebut tentu akan menyesuaikan jenis usaha yang dijalankan serta sumber daya yang digunakan. Pastikan bahwa setiap sumber daya ada dapat digunakan secara lebih optimal. Dengan demikian keuntungan yang diperoleh nantinya jugaakan dapat lebih besar dengan modal yang jauh lebih kecil.

  1. Mempunyai Kreativitas dalam Menjalankan Usaha

Usaha akan dapat mendatangkan cukup banyak pelanggan jika disertai dengan suatu hal yang unik dan berbeda dari produk sejenis lainnya. Apabila pelaku usaha tidak memiliki kreativitas maka hal tersebut juga akan dapat mengakibatkan dampak terburuk yaitu kegagalan.

Selain itu, kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam membuat inovasi dalam menjalankan usaha. Akan tetapi kreativitas juga dibutuhkan dalam menangani masalah yang dapat muncul.

Hal tersebut dapat terjadi karena kreativitas juga berperan dalam melakukan analisa permasalahan diluar pemahaman yang ada. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menyelesaikan masalah dengan menemukan pemikiran tentang alternatif solusi kreatif dan terbaik bagi usahanya.

  1. Memikirkan Tentang Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan

Tujuan dari membangun suatu usaha adalah untuk bisa mendapatkan keuntungan.Oleh karena itu manajemen keuangan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha.

Apabila terjadi kesalahan dalam mengelola keuangan, hal tersebut juga bisa memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan usaha. Misalkan saja yaitu terjadinya kekurangan danpembelian bahan baku atau bahkan kerugian dalam menjalankan bisnis.

  1. Pemasaran dan Pelayanan Terbaik

Satu hal lagi yang menjadi penentu dari kesuksesan dalam menjalankan suatu bisnis yaitu teknik pemasaran dan pelayanan pelanggan. Kedua aspek tersebut dapat dikatakan sebagai ujung tombak dari suatu bisnis.

Apabila teknik penasaran tidak direncanakan dengan baik begitu juga dengan pelayanan terhadap pelanggan. Maka akan sangat sulit untuk dapat meningkatkan usaha atau bahkan hanyauntuk mendapatkan keuntungan.

Itulah daftar sembilan cara yang dapat diterapkan dalam melakukan manajemen usaha kecil. Melalui beberapa cara diatas maka usaha akan dapat memberikan keuntungan lebih besar untuk kedepannya.

6 Tahapan Siklus Akuntansi serta Alasan Pentingnya Membuat Siklus Akuntansi Untuk Bisnis Anda

7 Dasar Manajemen Keuangan untuk UKM

Pengusaha Wajib Tau ini..! Dasar Manajemen Keuangan UKM

laporan keuangan ukm

Di semua bentuk usaha, baik yang kecil menengah maupun yang besar pasti membutuhkan manajemen keuangan yang baik. Dilihat dari pengertiannya, manajemen keuangan merupakan ilmu atau strategi yang mengatur segala hal mengenai alur keuangan, pengelolaan, perolehan serta pengalokasian dana suatu organisasi maupun badan usaha. Tujuan melakukan manajemen keuangan adalah untuk mengetahui celah untuk mendapatkan profit lebih dan mengetahui beban kredit yang masih harus dibayarkan sehingga kelangsungan suatu usaha dapat terus terjadi karena sebisa mungkin dapat terhindar dari kebangkrutan.

Manajemen keuangan dapat dilakukan siapapun, asalkan mencatat semua transaksi yang melibatkan perubahan nominal finansial dan beban perusahaan, meski sebaiknya dilakukan oleh staff bagian keuangan yang dapat bekerja secara professional. Manajemen keuangan ini wajib diterapkan semua bidang usaha termasuk pemilik Usaha Kecil Menengah atau UKM. Minimal seorang pemilik UKM harus memiliki buku catatan arus kas yang berisikan catatan arus kas masuk dan keluar.

Karena kenyataannya pelaku UKM masih banyak yang hanya berfokus pada inovasi saja, manajemen operasional atau manajemen pemasarannya saja, sehingga tak jarang pelaku bisnis akhirnya gulung tikar. Uang adalah alat transaksi yang harus dikendalikan demi perputaran suatu bisnis, maka manajemen keuangan yang bagus akan sangat membantu sebuah UKM.

Dalam prakteknya, manajemen keuangan tak hanya sekedar mencatat arus kas masuk dank as keluar saja. Namun mencatat dan mengetahui pengelolaan uang agar menghasilkan profit lebih banyak dan memanfaatkan sumber modal untuk membiayai pengembangan usaha. Selain itu, fungsi manajemen keuangan lainnya adalah menjadi acuan untuk mengambil keputusan investasi yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial perusahaan. Bentuk dari manajemen ini dapat juga menjadi acuan pengambilan keputusan untuk mengelola aset usaha yang ada. Dengan adanya manajemen keuangan yang baik, maka perusahaan juga dapat mencari dan memilih alternatif pendanaan (financing decision) untuk mendapatkan kepercayaan kepada kreditur atau dengan cara menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pendanaan tambahan demi kemajuan dan perkembangan usaha

Membuat Arus Kas

Pembuatan arus kas adalah hal paling dasar yang wajib dilakukan untuk mengetahui alur finansial sebuah perusahaan atau badan usaha apapun. Dengan membuat arus kas, pemilik usaha akan lebih mudah mengetahui status nominal komponen – komponen akuntansi terpenting termasuk kas masuk, kas keluar, penjualan, pembelian, dan sebagainya.

Dengan membuat arus kas, perusahaan dapat mengetahui semua bentuk pengeluaran dan membayarkannya serta dapat mengelola pendapatan dengan lebih efektif.

Mengetahui Perubahan Arus kas

Selain membuat arus kas, hal lain yang peru di atur adalah pembuatan perubahan arus kas. Karena, selain karena adanya penjualan, kas masuk, kas keluar dan sebagainya, ada beberapa komponen lain yang mempengaruhi perubahan nominal akhir jumlah kas suatu usaha, yaitu beban pokok operasional.

Dalam istilah akuntansi, beban pokok operasional memberi dampak yang cukup signifikan dalam perubahan arus kas sebuah usaha. Terlebih jika ada faktor eksternal yang mempengaruhi seperti harga bahan baku yang mengalami kenaikan, adanya status hutang piutang, hingga beban bunga.

Pengelolaan Piutang

Dalam usaha, piutang adalah sesuatu yang wajar dan biasa terjadi. Ketika suatu badan usaha atau UKM memiliki sejumlah piutang terhadap kliennya, ada beberapa cara pengelolaan yang berbeda. Bagaimanapun pemilik UKM harus memiliki cara jitu agar klien mau membayar kredit mereka lebih cepat. Misalnya saja UKM menetapkan kebijakan kredit dengan cara membebankan bunga di rekening atau status piutang klien yang telah lewat jatuh tempo, dan sebagainya,

Pengelolaan Biaya Operasional

Mengatur dan mengetahui alur kas sebuah usaha memungkinkan pemilik usaha untuk mengambil segala keputusan yang berhubungan dengan status finansial. Salah satunya adalah menentukan biaya operasional demi berjalannya suatu usaha. Bahkan jika memungkinkan biaya operasional dapat dibuat seefektif dan serendah mungkin. Untuk memotong atau mengurangi biaya operasional, pemilik UKM dapat mengaturnya dengan membeli bahan baku yang lebih murah namun berkualitas. Misalnya saja memilih berbelanja di pasar tradisional dari pada berbelanja di supermarket untuk membeli bahan baku. Cara kedua adalah menambah pekerja namun dengan status kontrak sementara ketika terdapat jumlah orderan yang melonjak di musim tertentu. Cara ini tentu lebih ekonomis daripada anda harus mempekerjakan lebih banyak orang padahal kemungkinan besar mereka yang baru dipekerjakan belum tentu efektif jam bekerjaanya di waktu yang akan datang.

Cek juga segala bentuk kebutuhan yang dapat mempengaruhi biaya operasional. Misalnya biaya listrik dan internet. Pastikan tak ada dari staff anda yang menggunakan wifi kantor untuk keperluan di luar pekerjaan misalnya. Atau memilih mesin produksi yang lebih efisien tanpa memerlukan konsumsi power yang terlalu banyak. Dengan demikian anda dapat menekan biaya pembayaran listrik dan internet kantor.

Mengetahui Hutang

Selain harus mengetahui jumlah piutang terhadap klien, pemilik UKM harus mengetahui status hutang, jika memang mereka mempunyainya. Periksalah apakah anda memiliki hutang perusahaan dengan tenggat waktu pembayaran hutang. Anda dapat mengeceknya secara periodik, misalnya satu minggu sekali hingga satu bulan sekali di akhir bulan. Dengan selalu mengetahui status hutang, anda telah menunaikan kewajiban perusahaan untuk membayar kreditnya sehingga nama usaha anda akan terkesan baik di mata para kreditur yang telah percaya pada anda.

Penggunaan Kredit yang Tepat

Dalam dunia usaha, fasilitas kredit pasti akan ditawarkan oleh berbagai pihak yang disebut kreditur. Semakin baik nama anda di mata kreditur karena selalu membayar hutang, mereka juga dapat menaikkan limit pemberian kredit seiring dengan semakin baiknya citra dan capaian omset perusahaan. Ketika anda semakin mudah mendapatkan kredit dari pada kreditur, gunakan kesempatan tersebut secara efisien. Dengan adanya fasilitas kredit yang diberikan, anda dapat memanfaatkannya untuk kemajuan usaha atau menambah modal agar produksi semakin meningkat.

Pengelolaan Kelebihan Arus Kas

Ketika terdapat lonjakan pesanan di UKM milik anda dan anda mampu menekan biaya operasional dengan mempekerjakan staff tambahan secara terkontrak, tentu arus kas pendapatan anda akan melonjak pula. Untuk menghadapi hal ini, gunakan pendapatan atau omset yang melonjak sebagai sarana untuk ekspansi penjualan atau pertambahan produk.

Selain itu, anda dapat segera mengecek status hutang dan segera melunasinya, jika memang ada. Atau dapat digunakan untuk meningkatkan segala aspek internal perusahaan seperti pelatihan SDM pada pegawai dan sebagainya. Dalam setiap usaha, titik dimana pemilik usaha mengalami surplus adalah hal yang wajar dan perlu pengelolaan yang efektif agar perdapatan yang melonjak ini dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Dengan memikirkan manajemen keuangan bisnis, tak terkecuali UKM, membuat arus bisnis anda menjadi lebih teratur. Karena bagaimanapun status finansial adalah urat nadi agar sebuah usaha dapat terus berputar, meski pertimbangan tentang strategi pemasaran, pengelolaan SDM, dan segala aspek pendukung bisnis juga tidak kalah penting.

Mungkin ini terdengar hal yang sangat sepele untuk dilakukan. Tapi dampak yang diberikan sangatlah efektif saat Anda mengelola keuangan bisnis. Mulai dari pembukuan sederhana yang dibuat agar seluruh transaksi pengeluaran maupun pemasukan bisa selalu dipantau.

Hal ini akan membantu usaha kecil Anda agar terhindar dari penggunaan dana yang tidak diperlukan. Jika Anda kurang paham cara membuat pembukuan, coba gunakan jasa akuntan atau software akuntansi yang mudah untuk digunakan. Salah satu software akuntansi yang bisa Anda gunakan yaitu Accurate Online.

Selain membuat laporan keuangan, Accurate Online juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang akan memudahkan Anda dalam mengelola keuangan. Mulai dari manajemen aset, pembuat invoice, hingga aplikasi mobile yang memungkinkan untuk mengakses dimanapun dan kapanpun secara real time. Yuk langsung cobain Disini (bisa coba Gratis loh)

Macam – Macam Standard Operating Procedure Untuk Bisnis Beserta Contohnya

Dalam sebuah bisnis, standard operating procedure atau disingkat dengan SOP adalah instruksi yang menetapakan sebuah ketentuan dan standard sistem kerja untuk mencapai hasil sesuai yang diinginkan perusahaan . Dengan adanya SOP, para karyawan perusahan memiliki pedoman dan petunjuk dalam melaksanakan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai ketentuan yang ditetapkan perusahaan agar memperoleh capaian hasil yang maksimal.

Standard Operating Prosedur tak hanya bertujuan untuk memberikan standardisasi proses pelaksanaan kerja, keseragaman peraturan dan prosedur namun memiliki beberapa tujuan lain. Beberapa tujuan lainnya adalah sebagai berikut:

  • menghasilkan pekerjaan yang efektif serta efisien
  • Dijadikan sebagai pedoman kerja untuk semua karyawan sesuai deskripsi kerja masing – masing, termasuk atasan perusahaan tersebut
  • Dapat dimanfaatkan untuk memberikan parameter penilaian mutu kerja
  • Merupakan dokumen yang dijadikan senjata jika terjadi kesalahan
  • Digunakan sebagai bahan latihan para pegawai yang baru saja bergabung
  • Meminimalisir kegagalan suatu usaha
  • Mengetahui dan melaksanakan tugas, peran, wewenangdan sebagainya di dalam lingkup pekerjaan

Secara umum, SOP memuat informasi mengenai jenis – jenis kegiatan, tujuan, waktu pelaksanaan, manfaat hingga ketentuan langkah – langkah kerja yang wajib diikuti. Karena adanya SOP lah pelaksanaan atau pekerjaan berjalan lebih efektif, efisien, terstruktur serta terstandarisasi.

Untuk membuat suatu SOP, diperlukan beberapa tahapan khusus mulai dari penentuan standard dan capaian kerja seperti apa yang diinginkan, hingga penetapan serta proses mensosialisasikan kepada seluruh personil perusahaan. SOP dibuat sesuai dengan bidang pekerjaan dan capaian apa saja yang ingin ditetapkan di masing – masing pekerjaan. Oleh karena itu SOP di bagi menjadi beberap jenis, yaitu:

SOP Menurut Sifat Kegiatannya

SOP Teknis

SOP Teknis merupakan ketetapan berisi prosedur serta standard yang memuat rincian kegiatan yang dapat dilakukan oleh satu orang pelaksanan atau dalam satu tim sesuai dengan peran dan jabatannya. SOP Teknis ini terdiri dari beberapa langkah cara melakukan pekerjaan dengan rincian pekerjaan yang detail. Beberapa contoh penerapan SOP teknis adalah: pemeliharaan sarana dan prasarana, pengarsipan, korespondensi, dokumentasi dan sebagainya.

SOP Administratif

SOP Administratif merupakan prosedur standard yang sifatnya lebih general, tidak terlalu terperinci seperti SOP Teknis. SOP administrasi ini dibuat untuk dilakukan oleh lebih dari satu orang peaksana, jabatan dan peran yang berbeda – beda. Ciri – ciri SOP administratif ini adalah sebagai

  • Jumlah orang yang melaksanakan lebih dari dari satu orang, lebih dari satu jabatan dan bukan merupakan satu tim khusus.
  • Berisikan

Dalam prakteknya, SOP administratif digunakan untuk memproses segala perencanaan, pembuatan anggaran dan sebagainya.

SOP menurut Besaran kegiatan

SOP Makro

SOP Makro melibatkan beberapa SOP Mikro yang merepresentasikan kegiatan atau tujuan yang sama. Sehingga dapat pula diartikan sebagai intergrasi antara beberapa SOP Mikro yang merupakan satu rangkaian acara atau kegiatan.

SOP Mikro

Sebaliknya, SOP Mikro adalah bagian dari SOP Makro dimana membentuk satu kesatuan untuk melakukan satu kegiatan.

SOP menurut Kelengkapan kegiatan

SOP Final

SOP Final adalah ketetapan peraturan kerja yang dibuat dan diimplementasikan setelah suatu kegiatan telah menghasilkan produk utama yang sudah difinalisasikan

SOP Parsial

SOP parsial merupakan ketetapan SOP yang cakupan kegiatannya beluk mencapai tahap menghasilkan produk yang paling akhir sehingga kegiatan yang dikerjakan masih memiliki serangkaian tahapan lainnya.

SOP menurut Jenis kegiatan

SOP Generik

SOP generik bersifat umum dan berisikan aturan kegiatan yang memiliki kesamaan untuk kegiatan yang telah di SOP kan, mulai dari tahap kegiatannya hingga pelaksanaannya. Namun jika terdapat beberapa variasi yang sedikit berbeda, hal ini dikarenakan misalnya perbedaan lokasi atau waktu implementasi SOP.

SOP Spesifik

SOP Spesifik merupakan SOP yang berisi muatan aturan kegiatan yang hanya dikerjakan oleh satu lingkup kecil atau pekerjaan dari kegiatan yang di SOP kan, Misalnya SOP Spesifik ini berlaku hanya untuk seorang Make up Artist dalam suatu acara pemotretan cover majalah.

Format Pembuatan SOP

SOP memiliki format yang berbeda – beda satu sama lain. Dari yang tampilannya sederhana hingga yang terlihat kompleks menggunakan diagram serta flow chart. Untuk mengenal pembuatan SOP sendiri, berikut beberapa langkah mengenai pembuatan SOP:

  1. Simple Steps

Simple steps atau bisa juga disebut langkah sederhana merupakan format SOP yang paling dasar dan berbentuk sederhana. Memilih simple step ini memudahkanmu untuk mencatat SOP yang berisi kegiatan apa saja akan dilakukan dan menjadi media mengambil keputusan. Simple steps ini sangat cocok dipakai untuk suatu organisasi atau tim yang masih beranggotakan sedikit orang.

  1. Hierarchical Steps

Hierarchial steps atau tahapan yang berurutan merupakan tahap kedua untuk mengembangkan langkah sederhana yang telah dibuat. hierarchical steps ini dapat dipakai jika prosedur yang dihadapi memiliki 10 langkah lebih dan mungkin juga akan membutuhkan informasi yang lebih detail

  1. Graphic

Graphic atau grafis merupakan sebuah format yang dipakai saat sebuah prosedur memiliki susunan kegiatan yang lebih panjang serta spesifikasi proses yang panjang juga. Setelah itu, di jabarkan ke bentuk sub proses yang lebih padat dan singkat. Format yang digunakan akan membutuhkan foto atau gambar.

  1. Flowchart

Flowchart atau diagram alir merupkan format lain dalam pembuatan SOP. Dalam proses pembuatannya, format ini membutuhkan pengambilan segala keputusan dalam jumlah yang banyak. Karena dibuat dengan format flow chart, maka format ini akan membutuhkan pilihan alternatif lainnya. Misalnya menggunakan pilihan jawaban.

Untuk pembuatannya, diagram flowchart dibuat dengan menggunakan diagram alir linear dan diagram alir bercabang. Idealnya, diagram linear flowchart dipakai untuk SOP Teknis dan secara visual berbentuk horizontal serta vertikal. Untuk diagram alir bercabang dapat dipakau untuk SOP administratif. Namun, bentuk visualnya biasa saja, tidak seperti diagram untuk SOP teknis.

Karena mengandalkan peran visual juga, maka diagram flowcart dibutuhkan kesabaran yang ekstra namun memiliki banyak symbol khusus yng dapat dipakai untuk membuat gambar proses. Beberapa symbol yang dapat digunakan untuk pembuatan flowchart misalnya:flowchard untuk menjelaskan sebuah proses, anak panah serta belah ketupan dan lain lain.

Tahap Singkat Pembuatan SOP

Dalam membuat sebuah ketentuan SOP, terdapat beberapa tahapan yang harus di praktekkan dan di upayakan. Beberapa tahapan mudah untuk membuat SOP adalah sebagai berikut:

  • Tapan Persiapan

Di tahap awal ini pembuatan SOP membutuhkan tim yang menurut deskrpsi kerjan ya menangani uni masing – masing. Lalu bersama – sama berembuk dengan mengumpulkan: Identifikasi kebutuhan, kumpulan data, mempraktekkan analisa prosedur, serta melakukan pengembangan

  • Penilaian Kabutuhan

Di tahap menilaian kebutuhan ini, pembuat SOP dalam perusahaan akan dipersiapkan beberapa ruang lingkup standar operasional mereka sendiri.

  • Memberikan penilaian dalam keluarga, pengembangan SOP.
  • Monitoring penerapan SOP diatas