Definisi Serta Bentuk-bentuk Organisasi Bisnis

Saat ini dunia bisnis di Indonesia semakin menjamur di sekitar kita. Saat ini yang paling mendominasi dunia bisnis juga telah dikuasai oleh bisnis yang berbasis online. Akan tetapi tidak banyak juga orang-orang yang tahu organisasi bisnis dan apa saja bentuknya. Nah, untuk yang ingin mengetahui apa sih definisi dari organisasi bisnis dan apa saja bentuknya. Berikut kami rangkum untuk Anda.

Pengertian Organisasi Bisnis

Organisasi bisnis berasal dari 2 kata, organisasi dan juga bisnis. Bisnis sendiri merupakan semua aktivitas yang telah diorganisasikan oleh sejumlah orang  di bidang industri. Sedangkan organisasi lebih merujuk ke perkumpulan orang serta aktivitas guna mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Raymond Em Glos menyatakan pengertian organisasi bisnis di dalam bukunya yang berjudul “Business: Its Nature and Enviroment: An Introduction”. Menurutnya, bisnis merupakan semua kegiatan yang telah diorganisasikan oleh banyak orang yang mana mereka berkecimpung di dunia perindustrian dan kemudian sebuah organisasi atau perusahaan akan melakukan berbagai perbaikan standar serta kualitas produknya.

Sedangkan perusahaan yaitu sebuah organisasi yang di dalamnya memproses sumber daya ekonomi serta keahlian sehingga akan tercipta suatu barang mauoun jasa. Kemudian hasil tersebut akan ditujukan kepada para konsumen yang diharapkan supaya perusahaan mendapatkan keuntungan. Di dalam organisasi bisnis, motivasi utamanya adalah “laba”.

Komponen-komponen Organisasi Bisnis

Berikut ini adalah komponen-komponen organisasi bisnis:

  • Pasar, yakni konsumen yang banyak memakai jasa maupun barang dari perusahaan-perusahaan besar serta tidak bisa terkendalikan oleh perusahaan itu sendiri. Ada beberapa bentuk pasar antara lain pasar monopoli, pasar persaingan sempurna, pasar oligopoli dan lain sebagainya.
  • Perusahaan, yakni bersangkutan dengan elemen-elemen di internal perusahaan seperti fungsional perusahaan dan juga tingkatan manajemennya. Contohnya pada sisi fungsional, antara lain produksi, SDM, pemasaran, keuangan, operasi dan lain sebagainya. Sedangkan di sisi tingkatan manajemennya yang terbagi ke dalam manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah serta manajemen tingkat bawah.
  • Pihak eksternal, yakni di mana kondisi organisasi yang bersifat tak dapat dikendalikan lagi. Kondisi tersebut antara lain situasi politik, ekonomi, sosial, lingkungan dan lain sebagainya. Sedangkan pihak eksternal yang lainnya yang banyak memberikan pengaruh yaitu kompetitor atau pesaing organisasi. Mereka akan membuat jasa maupun barang terlibat ke dalam suatu pusara persaingan untuk bisa mendapatkan pasar.
  • Konsep perubahan, yaitu konsep yang akan selalu terjadi. Di dunia ini terutama akan selalu terjadi perubahan-perubahan, baik itu di dalam atau jiga di luar organisasi. Perubahan tersebut haruslah kita antisipasi secara baik. Dengan demikian, kelemahan serta ancaman pada kelangsungan hidup organisasi bisa diatasi dengan baik.

Kategori Bentuk Bisnis

Di dalam dunia perindustrian ada 2 bentuk bisnis, yaitu organisasi bisnis yang ruang geraknya di bidang manufaktur serta organisasi bisnis yang bergerak pada bidang jasa. Industri manufaktur sendiri yakni suatu organisasi bisnis yang terjun di dalam dunia produksi barang yang bisa dilihat fisiknya. Sedangkan organisasi  yang bergerak di bidang jasa merupakan suatu perusahaan yang ikut terlibat di dalam suatu produksi non konstruksi fisik atau disebut intangible.

Kategori jasa terbagi ke dalam 4 bentuk, yaitu

  • Jasa tidak terlihat (intangible), yakni hasil dari suatu proses produksi nya tak terlihat, tidak bisa disentuh, disimpan bahkan dirasakan.
  • Keberagaman, yakni hasil atau output dari bidang jasa tersebut relatif berbeda yang akan tergantung pada penggunanya.
  • Simultanitas produksi dan konsumsi, yakni jasa yang biasanya ada di dalam manufaktur. Produknya akan dibuat dulu untuk kemudian dijual, sedangkan untuk yang bidang industri jasa, maka jasanya akan lebih dulu dijual barulah memproduksi serta dikonsumsi secara simultan.
  • Kerentanan, yakni jasa yang tidak dapat dijuak lagi, tidak dapat diaimpan maupun tidak dapat dikembalikan.

Bentuk-bentuk Organisasi Bisnis

Bentuk-bentuk organisasi bisnis bida dibagi ke dalam 7 bagian, yaitu yang dilihat dari segi hukum:

  • Perusahaan Perseorangan

Bentuk perusahaan perseorangan adalah salah satu perusahaan yang dikelola sekaligus diawasi oleh seseorang. Di satu pihak pengelola lah yang akan memperoleh semua keuntungan dari perusahaan tersebut, sedangkan dari pihak lainnya juga ikut bertanggung jawab apabila terjadi risiko yang muncul di dalam semua kegiatan perusahaan tersebut.

  • Perseroan Komanditer (CV)

Perseroan komanditer atau CV merupakan salah satu persekutuan maupunorganisasi yang di dalamnya  terdiri dari sejumlah orang. Mereka semua sudah menyerahkan sejumlah dana dengan tidak harus sama jumlahnya dengan anggota lainnya. Sekutu dalam CV atau perseroan komanditer ini juga dibagi dalam dua macam, yakni sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komplementer merupakan orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut yang bersedia untuk mengatur perusahaan. Sedangkan sekutu komanditer, yakni orang-orang yang ada di dalamnya sudah mempercayakan uangnya beserta dengan tanggung jawab yang terbatas dari kekayaan yang dilibatkan di dalam CV.

  • Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas atau disingkat dengan PT merupakan salah satu badan usaha yang telah memiliki hak, kekayaan dan juga kewajiban yang secara terpisah dari yang sudah mendirikan dan juga yang mempunyai. Tanda dari seseorang ikut serta di dalam perseroan terbatas yaitu dengan cara dia punya saham perusahaan yang mana semakin banyak saham yang ia punya maka akan semakin besar perannya dan juga kedudukannya di dalam perusahaan tersebut. Jika sewaktu-waktu perusahaan punya utang, maka harta masing-masing anggotanya tidak akan bisa ikut dipertanggungjawabkan dari utang perusahaan itu. Namun hal tersebut hanyalah bersifat terbatas pada sahamnya saja.

  • Firma

Firma merupakan salah satu dari bentuk perkumpulan usaha yang juga di dalamnya terdiri dari sejumlah orang dengan menggunakan satu nama bersama. Di dalam firma ini semua anggota punya tanggung jawab sepenuhnya, baik itu tanggung jawab sendiri-sendiri maupun bersama-sama pada perusahaan pada pihak yang lainnya. Jika suatu saat terjadi kerugian, harga seluruhnya akan ditanggung secara bersama-sama, bahkan bila perlu menggunakan seluruh kekayaan milik pribadi. Sedangkan jika salah satu dari anggota tersebut keluar, maka akan secara otomatis firma telah bubar.

  • Perusahaan Negara (PN)

Perusahaan negara yakni organisasi yang ruang geraknya ada di bidang usaha. Sedangkan semua modalnya yang menanggung adalah negara. Kecuali jika sewaktu-waktu ada hal-hal khusus yang berdasarkan undang-undang. perusahaan negara ini didirikan dengan tujuan untuk membangun perekonomian nasional sehingga menuju masyarakat yang berkeadilan dan makmur.

  • Perusahaan Pemerintah Lainnya

Perusahaan jawatan atau perjan, persero, perusahaan umum atau perum, dan juga perusahaan daerah atau PD merupakan perusahaan milik pemerintah lainnya. Untuk perusahaan Persero dan juga perusahaan daerah merupakan perusahaan pemerintah yang bertujuan mencari keuntungan untuk negara. Sedangkan untuk perusahaan pemerintah perum dan perjan semata-mata tidak untuk mencari keuntungan finansial saja.

  • Koperasi

Koperasi merupakan salah satu bentuk dari badan usaha yang ruang geraknya di bidang ekonomi. Koperasi ini dibentuk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dari para anggota di dalamnya. Sifatnya adalah pribadi, murni dan juga tidak dapat dialihkan.

Demikianlah definisi serta bentuk-bentuk organisasi bisnis yang sudah terangkum lengkap untuk Anda. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat.