Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak disukai oleh masyarakat. Rasanya yang lezat dan gurih menjadi alternatif lain bagi mereka yang kurang menyukai daging. Kandungan protein dalam ikan lele pun juga cukup tinggi. Tak heran, jika banyak warung makan yang menjadikan ikan lele sebagai menu andalan mereka seperti pecel lele, mangut lele, lele saus padang, burger lele, dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang berkeinginan untuk membudidayakan ikan lele tentunya memiliki peluang yang cukup besar dikarenakan tingginya permintaan pasar terhadap ikan tersebut. selain itu, ikan lele termasuk jenis ikan yang tidak mudah terserang penyakit, memiliki daya tahan hidup yang baik, mudah dalam perawatan dan pemeliharaannya, serta memiliki masa panen yang cepat.

Lalu bagaimanakah cara mengawali budidaya lele? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan kolam untuk tempat hidup lele. Kolam untuk lele dapat berupa kolam permanen yang terbuat dari beton atau semen, kolam tanah dan kolam terpal. Dalam hal ini, kita akan membahas bagaimana cara ternak lele dengan kolam permanen. Untuk itu, silahkan simak penjelasannya di bawah ini !

  1. Pembuatan Kolam Permanen

Dalam pembudidayaan ikan lele, kolam permanen biasanya dapat berupa beton, tembok ataupun semen. Biasanya peternak lele lebih memilih kolam permanen karena lebih awet dan tahan bocor dibandingkan kolam tanah maupun kolam terpal. Untuk pembuatan kolam permanen memang memerlukan biaya yang cukup besar namun cara ternak lele dengan kolam ini lebih mudah untuk dilakukan.

Terdapat beberapa tahapan yang harus Anda lakukan untuk membuat kolam permanen, antara lain:

  1. Persiapan Pembuatan Kolam

Kolam permanen biasanya terbuat dari kerangka besi yang diberi campuran pasir dan semen. Untuk ukurannya, Anda dapat mengaturnya berdasarkan keinginan Anda sendiri. Dengan catatan, dalam pembuatan kolam permanen, bagian dasar kolam dibuat sedikit miring ke arah keluarnya air sehingga akan memudahkan Anda saat membersihkan endapan lumpur atau pakan saat menguras air kolam.

Buatlah parit atau kemalir pada bagian tengah kolam sehingga akan memudahkan Anda saat melakukan proses pemanenan. Diamkan kontruksi kolam permanen yang telah jadi hingga beberapa hari sampai kolam benar-benar kering.

  1. Pengeringan Kolam

Pastikan kolam permanen kering dengan sempurna, setelah itu lakukan sterilisasi pada kolam guna menghilangkan sisa zat kimia atau racun yang terkandung dalam kontruksi kolam permanen. Caranya yaitu, isilah kolam permanen dengan air hingga mencapai separuh tinggi kolam. Kemudian masukkan batang pohon pisang ke dalam kolam dan biarkan batang pisang tersebut mengapung hingga membusuk di dalam kolam.

Diperlukan waktu sekitar 2 minggu untuk membusukkan batang pohon pisang tersebut. Setelah membusuk, angkat batang pohon pisang tersebut dan bersihkan kolam permanen. Racun dalam kolam permanen dapat dihilangkan dengan batang pohon pisang karena batang pohon pisang mengandung zat yang dapat menghilangkan racun.  Setelah itu keringkan kolam dan masuk pada tahap selanjutnya.

  1. Pemupukan Kolam

Setelah kolam disterilisasi dengan batang pohon pisang dan kering, maka langkah selanjutnya yaitu taburi dasar kolam ,menggunakan pupuk. Anda dapat memakai kotoran sapi, kotoran kambing, pupuk kompos yang dicampur dengan tanah sebagai pupuknya. Penggunaan pupuk kompos memiliki tujuan untuk menumbuhkan pakan alami berupa cacing kecil dan plankton untuk ikan lele.

Pertumbuhan makhluk hidup memerlukan media utama yaitu tanah dan penambahan pupuk kompos akan membuat plankton tumbuh dengan subur. Pemupukan pada kolam permanen juga berguna untuk meningkatkan PH tanah dan membunuh bibit penyakit. Taburkan campuran pupuk kompos dengan tanah ke dalam kolam hingga tingginya mencapai 10 hingga 15 cm dari dasar kolam.

  1. Pengisian Air

Kolam yang telah dipupuk kemudian diisi air dengan ketinggian kira-kira 30 cm kemudian diamkan kolam yang terisi air tersebut hingga 3 hari. Kolam permanen akan tersinari cahaya matahari selama didiamkan. Hal tersebut sangat menunjang pertumbuhan biota air dan plankton menjadi lebih baik.

Tambahkanlah air ke dalam kolam permanen setelah 3 hari didiamkan hingga air mencapai ketinggian 90 hingga 100 cm sesuai dengan kedalaman kolam permanen. Lalu tambahkan enceng gondok dan biarkan kembali hingga 3 hari. Setelah genap 3 hari maka barulah Anda menebarkan bibit lele ke dalam kolam permanen.

Pembuatan kolam permanen mulai dari tahap persiapan hingga pengisian air merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam cara ternak lele dengan kolam permanen. Langkah yang tepat tentu akan menghasilkan lele yang lebih baik muali dari daya tahan tubuh yang lebih baik dan tidak mudah terserang penyakit.

  1. Pemilihan Bibit

Saat Anda memutuskan untuk beternak lele, maka pilihlah bibit yang baik untuk mendapatkan hasil panen yang baik pula. Bibit yang baik memiliki ciri-ciri yaitu kulitnya mengkilap tidak terdapat bercak, ukurannya relatif sama,tidak ada cacat pada tubuhnya dan gerakannya licah.

  1. Penebaran Bibit

Jika bibit yang berkualitas telah Anda siapkan, tahap berikutnya adalah menebarkan bibit lele ke dalam kolam. Namun, terdapat cara khusus dalam menebarkan bibit lele ke dalam kolam yaitu Anda tidak boleh langsung memasukkan semua bibit ke dalam kolam secara langsung karena bibit-bibit tersebut perlu beradaptasi terlebih dahulu dengan air kolam.

Air dalam jirigen tempat Anda menaruh bibit-bibit tersebut tentunya memiliki suhu yang berbeda dengan air dalam kolam. Jadi, jika Anda langsung menebarkan bibit secara langsung ke dalam kolam, tentunya mereka akan stres. Oleh sebab itu, Anda harus memasukkan bibit ikan lele beserta wadahnya ke dalam kolam kemudian diamkan hingga 15 samapai 30 menit.

Setelah waktu yang ditentukan, miringkan wadahnya kemudian bibit lele akan keluar dengan sendirinya ke dalam kolam. Dengan cara tersebut, tentu mereka akan mudah beradaptasi dan tidak kaget dengan perbedaan suhu air antara air jirigen dengan air kolam.

  1. Pemberian Pakan

Pakan untuk ikan lele dapat dengan mudah Anda dapatkan. Pada dasarnya ikan lele termasuk golongan hewan pemakan daging atau karnivora. Anda dapat membernya makan pelet ketika masih dalam bentuk bibit. Namun, saat lele sudah cukup besar, berikan bekicot yang dicacah, ikan rucah, campuran pelet dan bekatul, atau campuran daun singkong dengan pelet untuk makannya.

Perhatikan waktu pemberian makan dengan tepat karena ikan lele termasuk kanibal jadi sewaktu kekurangan makanan, lele akan memakan temannya sendiri yang ukurannya lebih kecil. Jadi, waktu pemberian makan harus benar-benar Anda perhatikan. Terlebih lagi saat masih dalam bentuk bibit, biasanya ikan lele llebih mudah lapar sehingga frekuensi pemberian makanan harus lebih sering dilakukan.

  1. Pemeliharaan

Anda harus rutin dalam menguras kolam karena endapan pakan yang terdapat di dasar kolam dapat mengakibatkan lele mati karena mengandung zat amonia. Anda dapat memasang strimin pelindung pada pipa tempat masuk keluarnya air untuk menghindari masuknya hewan pemangsa lele seperti linsang dan musang air.

  1. Panen

Ikan lele siap dipanen dalam kurun waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan masa pemeliharaan. Frekuensi pakan harus sedikit Anda kurangi sekitar 2 minggu sebelum panen tiba. Anda dapat menggunakan sarung tangan untuk menjaga agar tidak terkena patil lele. Sisakan air kolam dengan ketinggian sekitar 10 cm kemudian Anda dapat menggunakan jaring untuk memanen ikan lele.

Uraian di atas merupakan cara ternak lele dengan kolam permanen. Semoga penjelasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi Anda yang ingin beternak lele.

Click here to add your own text