Menampilkan Nama Pelanggan di RENE Point Of Sale Resto

Pada RENE Point Of Sale Resto ada fitur untuk melakukan transaksi “Take Away” serta memerluka untuk mengisi nama pelanggan yang memesan, seperti ini tampilannya :

1. Melakukan Proses Take Away

 

2. Memasukan Nama Pelanggan untuk Transaksi Take Away

 

3. Memasukan Nama Pelanggan Baru

Jika Anda ingin menampilkan Nama Pelanggan yang memesan tersebut pada struk pesanan ataupun struk pembayaran, maka bisa lakukan langkah-langkah berikut ini :

  1. Buka RENE Administration kemudian masuk ke menu Desain | Cetak Struk | pilih “Desain” pada struk pembayaran, atau pada struk pesanan | pilih “Text Object” dan letakkan di posisi yang diinginkan misal disebelah “Nomor Meja”

Menu Desain Cetak Struk Pembayaran / Pesanan

2. Masukkan script berikut : [IIF(<Hold Description>=”,<Customer Name>,<Hold Description>)]

Menambahkan Script Pada Text Object

3. Tutup dan simpan desainnya. Untuk hasil cetaknya adalah seperti gambar di bawah ini :

Hasil Cetak Struk Pembayaran dengan Nama Pelanggan

Mengetahui IP Address Static Atau Dynamic Pada Komputer di Accurate Accounting Software

IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer digunakan untuk mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan satu sama lain pada jaringan komputer lain.

Adapun fungsi IP Address (Internet Protocol Address) adalah digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan dan digunakan sebagai alamat lokasi jaringan

Pada penggunaan Accurate Accounting Software terdapat pilihan akses untuk membuka database yaitu Remote dan Internet. Terlebih lagi di Accurate 5 menggunakan Accurate License Manager di mana komputer yang terinstall dengan Accurate License Manager tersebut harus diset ber-IP STATIC.

Pada panduan ini akan diinformasikan bagaimana cara mengetahui IP Address komputer kita ini ber-IP Static atau Dynamic pada komputer

Dynamic yang artinya bisa berubah sewaktu-waktu

Static yang artinya tidak akan berubah-ubah secara otomatis atau disebut tetap

IP ADDRESS STATIS jika kita menentukan sendiri IP Address kita (bisa ditanyakan kepada staff IT atau pihak ISP nya untuk konfigurasi IP Static)

IP ADDRESS DYNAMIC jika kita memilih OBTAIN

Pertama, klik icon Bar Wi-Fi atau LAN nya seperti di bawah lalu klik Open Network and Sharing Center

Kedua, klik pada bagian Connections seperti pada gambar :

Ketiga, klik Properties seperti pada gambar :

Keempat, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu klik Propeties terlihat seperti ini :

Kelima, jika tampilannya ternyata terpilih OBTAIN, maka IP Address komputer tersebut adalah Dynamic yang artinya bisa berubah sewaktu-waktu dengan mengambil IP Address yang tersedia pada range IP di jaringan tersebut

Keenam, jika tampilannya terpilih Use the following.. dan sudah terisi angka-angka IP Address komputer tersebut diset Static dan tidak akan berubah-ubah otomatis. IP Address di gambar hanya sebagai contoh dan bukan digunakan sebagai acuan di komputer Anda

Step diatas adalah mengetahui dan mengatur IP Address di komputer. Apakah IP Address tersebut Static atau Dynamic. Setelah langkah-langaknya sudah selesai dilakukan. Tahap selanjutnya adalah gunakan Accurate 5 seperti biasa.

BACA JUGA :

Muncul Notifikasi “Database is probably already opened by another engine instance in another Windows session” saat membuka database di Accurate Accounting Software

Ketika buka Accurate 5 kemudian muncul Notifikasi seperti gambar di bawah ini “Database is probably already opened by another engine instance in another Windows session” saat membuka database di Accurate Accounting Software. maka perlu dilakukan cara berikut :

Muncul Notifikasi "Database is probably already opened by another engine instance in another Windows session” saat membuka database di Accurate Accounting Software

Bagaimana caranya agar notifikasi tersebut tidak muncul kembali ? Langkah-langkah yang perlu di lakukan :

  • Pastikan tidak ada user lain yang sedang mengakses database tersebut dan jika ada yang masih mengakses silahkan tutup terlebih dahulu databasenya
  • Selanjutnya ke komputer yang menyimpan database, lalu ke menu Start | Control Panel | Administrative Tools | Services | Klik Firebird 2.5 Server | Klik Stop dan klik Start kembaliMuncul Notifikasi "Database is probably already opened by another engine instance in another Windows session” saat membuka database di Accurate Accounting Software
  • Selanjutnya bisa di coba akses kembali databasenya

Hubungi Telp/WA 0812-9797-4655

 

BACA JUGA :

Terdapat Perbedaan Waktu antara jam komputer Anda dengan jam pada komputer License Manager saat register Accurate 5 di Accurate Accounting Software

Muncul notifikasi pada saat register Accurate Versi 5 “Terdapat Perbedaan Waktu antara jam komputer Anda dengan jam pada komputer License Manager. Silahkan perbaiki masalah ini dan restart komputer Anda”

Notif tersebut dikarenakan tanggal atau jam di komputer client tidak sama dengan komputer server (komputer yang menginstall Accurate 5 License Manager). Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sbb :

  1. Ke menu Start | Control Panel | Date and Time
  2. Change Date and Time | edit Tanggal dan Jam sesuai dengan tanggal komputer yang menginstall Accurate 5 License Manager
  3. Kemudian restart komputer dan buka kembali Accurate 5 dan registrasi kembali
  4. Jika masih muncul error yang sama maka baik di komputer client dan komputer yang menginstall Accurate 5 License Manager

1) Ke menu start | control panel | date and time

2) Klik tab internet time | klik change settings | klik update now | klik ok danpastikan successfully

3) Lalu restart kedua komputer dan kemudian register kembali ACCURATE 5 nya

 

BACA JUGA :

Membatalkan Transaksi Recurring Yang Telah Berjalan di Accurate Accounting Software

Membatalkan Transaksi Recurring Yang Telah Berjalan di Accurate Accounting Software

Ada kalanya transaksi yang telah Anda recurring adalah transaksi yang salah. Bagaimana caranya untuk membatalkan transaksi yang sudah terlanjur dibuat recurring dan sudah diexecute menjadi invoice / transaksi ? Lalu bagaimana dengan transaksi yang belum diexecuted menjadi transaksi / invoice ?

  1. Transaksi yang sudah dibuatkan recurring dan sudah diexecuted, maka tidak bisa dibatalkan dengan cara mengedit dari List | Recurring, melainkan harus menghapuis transaksinya dari List | Transaction (tergantung apakah itu Other Payment dari Kas Bank atau transaksi lainnya)
  2. Setelah berhasil menghapus, agar proses recurring yang belum diexecuted bisa dibatalkan, maka kita buka List | Recurring nya, lalu klik Stopped pada bagian pojok kanan atas tampilan recurring, lalu klik Save

BACA JUGA :

 

Sisa Uang Muka Yang Diinput Melalui Faktur Penjualan

Sisa Uang Muka Yang Diinput Melalui Faktur Penjualan

Jika anda ingin mengetahui sisa uang muka yang diinput melalui Faktur Penjualan dengan memilih ite “Uang Muka / Down Payment” berikut langkah-langkahnya :

  1. Buka menu List (Daftar) | Sales (Penjualan) | Sales Invoice (Faktur Penjualan) dan jangan centang untuk filter tanggal dan outstanding only (hanya belum luna)-nya
  2. Klik Modify (Modifikasi) | Selected Column and Filter (Kolom & Filter Terpilih, kemudian pada “Invoice Type (Tipe Faktur)”  pilih pilihan “Down Payment (Uang Muka)” 
  3. Sampai disini anda akan mendapatkan informasi uang muka yang telah diinput melalui Faktur Penjualan dari awal s/d saat ini
  4. Selanjutnya ke menu Report (Laporan)|Index To Reports (Daftar Laporan) | Sales Reports (Laporan Penjualan)| Down Payment Used by Sales Invoice (Uang muka per Faktur)
  5. Filter tanggal pada Laporan ini dari awal s/d per hari ini sehingga akan ditampilkan semua uang muka yang sudah digunakan
  6. Selisihkan nilai Uang Muka anda lihat pada poin 1-2 denga laporan yang anda buka pada poin 4-5, hasilnya adalah nilai uang muka yang belum terpakai.

 

BACA JUGA :

Import Item Barang Dengan Saldo Awal Per Gudang atau Saldo Awal Dengan Cost Berbeda

Import Item Barang Dengan Saldo Awal Per Gudang atau Saldo Awal Dengan Cost Berbeda

Yang membedakan dengan Import Daftar Barang yang bukan multi warehouse adalah, data di file excel tsb untuk item yang sama bisa ada lebih dari satu baris tergantung saldo awal nya ada di berapa gudang. Yang membedakan masing-masing baris item yang sama tsb adalah kolom Qty, Total Cost dan Warehouse sebagai saldo awal pemasing-masing gudang. Lebih jelasnya ikuti langkah berikut ini :

  1. Persiapkan untuk format excel untuk daftar item yang ingin di import ke dalam Accurate, tampilannya bisa di lihat di gambar

2. Setelah file excel nya sudah siap maka saat nya untuk melakukan import ke dalam Accurate, caranya :

  • Dari List | Item atau bisa juga dari Setup | Quick Setup | Advance Setup | Item
  • Setelah muncul tampilan list item klik menu Import From File yang ada di atas, akan ada tampilan untuk pencarian file yang akan di import
  • Klik tanda berkas untuk mencari File Excelnya dengan sebelumnya memilih File of Type nya Excel (*.xls) lalu Open
  • Klik Extract data, maka akan ditampilkan data yang ada di file excel tsb dibagian Available Source.

 

  • Hapus baris pertama table Available Source dengan cara klik kanan di baris pertama tsb pilih Delete (seperti di tampilan gambar)https://accurateaccountingsoftware.com/accurate-online-terhubung-dengan-tokopedia-bukalapak-dan-shopee/
  • Selanjutnya Define to Field Name pilih sesuai apa yang ada di baris kolom Source Column Data. Untuk bagian Warehouse setelah di definisikan sebagai Warehouse di Define to Field Name, akan muncul table untuk kita mapping permasing-masing gudang. Begitu juga waktu kita definisikan Item Type, akan muncul table untuk mapping type inventory di mapping sebagai inventory part type. Untuk source Column Data yang Cost/Unit di pilih Ignore/Abaikan saja, karena yang di gunakan adalah Total Cost nya.
  • Jika semuanya sudah di mapping, centang untuk menu Add Opening Balance if Number Exist, setelah itu klik Import untuk Import data dan tunggu sampai selesai importnya
  • Selesai proses Import, Accurate akan ada konfirmasi berapa yang Imported (berhasil diimport) dan berapa yang Failed (gagal). Jika ada yang gagal, kita bisa lihat log Item No berapa saja yang gagal dan informasi gagal nya kenapa disamping nomor item nya.
  • Hasil import ini dapat dilihat di Accurate dari List | Inventory | Item by Warehouse

 

 

 

 

Catatan :

Cara Import Barang dari File Excel yang dijelaskan diatas dapat digunakan untuk :

  1. Import Daftar Barang berikut saldo awal nya pergudang
  2. Import Daftar Barang dengan saldo awal yang cost nya beda-beda. Contoh Qty 10, tapi 2 @1000 dan 8 @1100 (untuk kasus ini jika tidak multi gudang, file xls nya tidak perlu ada kolom Warehouse nya, hanya Qty dan Cost nya yang beda-beda)

=========================================

BACA JUGA :

ACCURATE Online Terhubung dengan Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee

Siapa yang tak kenal dengan Marketplace Tokopedia, Bukalapak, Shopee ? Sudah tak asing lagi bagi UKM atau pun pebisnis yang membuka tokonya melalui marketplace tersebut. Lalu bagaimana dengan Laporan Keuangannya apakah sudah tersusun dengan rapi ?

Kini Accurate Online dapat terhubung dengan Tokopedia, Bukalapak, Shopee yang memudahkan para pebisnis untuk menyusun Laporan Keuangannya dengan rapi, seperti Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca.

Untuk lebih lengkapnya simak video berikut ini :

Export Import ACCURATE 5 ke E-FAKTUR

Nunung adalah seorang pengusaha yang di wajibkan untuk melaporkan PPN keluaran dan PPN Masukkan dengan menggunakan E-Faktur dan di ACCURATE 5 sendiri sudah tersedia fitur Export Import ke E-FAKTUR dan berikut langkah-langkahnya :

1.  Pastikan di control panel | Region & Languange | sudah di pilih Indonesia (Indonesia)

2. Lalu buka ACCURATE 5 | Klik menu Setup | Company Info | Klik tab Tax | Pastikan data perusahaan sudah diisi

3. Lalu masukkan nomor Faktur Pajak dari menu List | Other | Tax Numbers

4. Kemudiian ke menu List | Customer | Klik 2 kali | Klik Tab Sales | Pastikan di kolom Tax 1, Tax number dan Tax Type sudah diisi

5. Kemudian ke menu List | Vendor | Klik 2 kali nama Vendornya | Klik tab Term, etc | Masukkan Tax 1, Vendor Tax no dan Tax Type

6. Berikut contoh transaksi Sales Invoice yang di kenai PPN

6. Berikut contoh transaksi Purchase Invoice yang di kenai PPN

 

8. Berikut ke menu Reports | PPN\PPNBM | Klik New | Masukkan masa pajak misalkan 2015 | Kemudian periodenya misalkan dimasukkan agustus sd agustus

9. Pada Tab Perusahaan datanya akan terisi sesuai yang diisi di tab Tax pada saat di awal

10. Lalu selanjutnya Cek mana yang akan di export baik di Tab PPN Keluaran dan PPN Masukkan | Jika tidak ingin di export maka di centang abaikan untuk transaksi tsb

11. Kemudian untuk mengexport nya klik tanda panah ke bawah di samping E-Faktur | Pilih dari Barang sampai Retur Dokumen | untuk File CSV nya bisa di simpan di hardisk c atau d maupun di desktop

12. Selanjutnya adalah buka aplikasi E-Fakturnya lalu ke menu Referensi | Referensi Nomor Faktur | Rekam Range Nomor Faktur | Masukkan nomor faktur Pajaknya

13. Kemudian selanjutnya ke Tab Referensi | Barang/Jasa | Import

14. Untuk memeriksa hasil import di klik Referensi | Barang/Jasa | Administrasi Barang/Jasa | klik F5

15. Selanjutnya import Lawan Transaksi Referensi | Lawan Transaksi | Import

16. Kemudian untuk mengecekanya adalah Tab Referensi | Lawan Transaksi | Administrasi Lawan Transaksi | Tekan F5

17. Kemudian import Pajak Keluarannya yaitu dari Faktur | Pajak Keluaran | Import

18. Kemudian untuk mengeceknya PPN Keluaran yang sudah di import maka dari Tab Faktur | Pajak Keluaran | Administrasi Faktur | Tekan F5

19. Selanjutnya untuk Import PPN Masukkan dan Tab Dokumen Lain sama dengan PPN Keluaran

20. Kemudian jika untuk posting Data Faktur untuk SPT dan sebagainya maka bisa di lanjutkan user