Sejarah Akuntansi

 

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi non-profit, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di mana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.

Sejarah akuntansi telah dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan catatan, sehingga akuntansi disebut juga sebagai seni pencatatan. Lalu, bagaimana sejarah ilmu akuntansi tersebut berkembang hingga sekarang, dimana menjadi bagian yang penting bagi pelaku usaha, pemerintah, atau pihak swasta sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan. Sehingga dapat diambil keputusan-keputusan penting yang tepat untuk kemajuan suatu usaha atau lembanga.

Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi dibagi menjadi tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi merupakan pencatatan yang sangat sederhana, mencatat apa yang sedang terjadi dalam bisnis saat itu. Periode kedua merupakan pengembangan dari periode sebelumnya, dimana lahir double-entry bookkeeping. Pada periode ketiga, perkembangan pemikiran akuntansi tidak hanya mengenai debit-kredit, tetapi sudah menyentuh kehidupan dalam masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173).

Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan, pengusaha, atau para pengambil keputusan untuk merumuskan atau menentukan jalannya perusahaan di masa mendatang. Informasi akuntansi yang dihasilkan dari laporan keuangan digunakan untuk menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang. Informasi akuntansi berkaitan transaksi-transaksi keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun manufaktur.Agar informasi akuntansi tersebut dapat digunakan oleh pemilik usaha, maka informasi tersebut dibuat dalam bentuk laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *