Kisah Inspiratif seorand Trader

Di antara kumpulan trader berpengalaman yang pernah meraih kesuksesan, nama Paul Rotter mencuat sebagai trader inspiratif, setelah berhasil mengembangkan modal $526,000 menjadi $6.5 juta dalam waktu 3 bulan. Menariknya lagi, keberhasilan luar biasa itu bukanlah sebuah keberuntungan pemula, melainkan buah kedisiplinan dan usaha Paul Rotter yang bisa dijadikan pedoman.

 

Untuk itu, artikel ini akan membahas intisari dari perjalanan trading sang trader inspiratif yang kini telah meneguk kesuksesan tiada tara. Namun jika Anda menantikan cerita lengkap yang membebarkan asal-usul, perjalanan hidup, karir, ataupun suka duka Paul Rotter, mungkin Anda akan kecewa. Kisah ini hanya akan mengungkap informasi penting seputar inspirasi trading yang bisa Anda manfaatkan untuk mengikuti jejak keberhasilan Paul Rotter.

Belajar Pada Figur Sukses

Paul Rotter bisa menghasilkan begitu banyak keuntungan karena ia memiliki guru yang menjadi tokoh inspiratifnya. Dengan kata lain, ia mendapat pengajaran langsung dari seorang ahli, sehingga proses belajar tradingnya tidak benar-benar dilakukan secara otodidak seperti trader kebanyakan.

Ketika Paul Rotter bekerja di suatu bank, ia mengenal chief trader dari bank tersebut. Tak main-main, sang trader dikenal handal dan selalu bisa mecetak keuntungan konsisten. Karena trader tersebut bisa membukukan profit berkala di setiap bulan dan setiap tahunnya, Paul Rotter pun tertarik belajar padanya.

Jadi bisa dikatakan, Paul Rotter bukanlah trader ajaib yang bisa meraih kesuksesan besar dengan sendirinya. Ia memiliki trader inspiratif versinya sendiri yang dijadikan sebagai mentor dan panutan. Pelajaran yang bisa dipetik di sini adalah, belajar trading dengan mentor terbukti efektif karena ada teladan yang bisa dijadikan contoh dan memberikan bimbingan langsung.

Namun demikian, mentor yang dimaksud di sini bukanlah trader sembarangan. Paul Rotter saja baru mengikuti sang mentor setelah melihat konsistensi profit dan bukti kepiawaiannya. Agar Anda tak terjerumus memilih mentor trading yang salah, sebaiknya seleksi pembimbing Anda dengan hati-hati.

Memanfaatkan Hari Libur

Saat trader lain bersantai di akhir pekan, Paul Rotter justru sibuk melakukan analisa pasar. Pertama-tama, ia akan melihat sisi fundamental seperti jadwal rilis news dan rumor yang beredar sebelum market open di awal pekan.

Setelah mendapat informasi yang diinginkan, Paul Rotter mulai mencari level-level penting di chart. Harga memang biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonacci, support resistance, ataupun pivot point. Sayangnya, Paul tidak mengatakan secara detail mengenai metode apa yang dipakainya untuk menentukan level penting.

Disiplin Menerapkan Money Management

Satu lagi intisari menarik dari pengalaman trader inspiratif ini adalah menerapkan MM (money management). Bukan hanya tertulis di atas kertas, Paul Rotter benar-benar menjalankan money management sesuai aturan. Jika harga sudah mencapai target loss ataupun profit, ia akan membiarkan posisinya tereksekusi. Dalam kamus trader inspiratif ini, tidak ada kata open posisi lagi, baik untuk menambal kerugian dari transaksi yang loss, atau sekedar memanfaatkan peluang harga yang sedang terlihat bagus. Hal tersebut rupanya berkaitan dengan prinsip trading berikutnya yang ia pegang teguh.

Mengesampingkan Opini

Paul Rotter tak pernah segan untuk menutup sebuah posisi bila memang transaksinya salah. Prinsipnya, seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. “Jika harga melawan transaksi dan Anda bersikeras mempertahankan posisi market telah memperlihatkan perubahan sinyal, maka artinya Anda sudah dikendalikan oleh opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela ia melakukan close posisi. Itu kuncinya,” tegas sang trader inspiratif.

Ketika posisi sedang merugi, Paul Rotter akan mengecek apakah ia telah salah open posisi. Sebelum menutup transaksi tersebut, ia akan mencari penyebab kenapa market melawan transaksinya. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya, maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Jadi sekali lagi, Paul Rotter memiliki dasar untuk menutup posisinya.

Jika hanya menuruti opini, ia bisa saja menyesal ketika melihat harga kembali ke arah yang menguntungkan. Namun apabila ia sudah mengetahui jika secara teknikal atau fundamental harga memang telah berubah arah, ia akan paham jika pergerakan harga yang seakan-akan kembali menguntungkan posisinya cuma sekedar koreksi atau retracement. Dengan demikian, Paul bisa menghindari kesalahan trader awam yang biasanya mudah terpancing oleh pergerakan semacam itu.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, inspirasi-inspirasi trading yang bisa didapat dari cara trading Paul Rotter adalah:

  • Belajar trading dengan mentor yang sudah memiliki pengalaman sukses.
  • Melakukan analisa fundamental
     dan mencari level-level penting sebelum market open di awal pekan.
  • Menerapkan money management dengan konsisten.
  • Selalu memiliki dasar sebelum mengambil keputusan open atau close posisi.

Nah, bagaimana dengan Anda? Tertarikkah untuk mengikuti tips-tips dari trader inspiratif ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *