Untuk membangun sebuah jalan, rumah, gedung perkantoran, pasti kamu akan membutuhkan tenaga ahli dalam mengerjakannya kan? pekerja seperti itu biasanya ditangani oleh pihak kontruksi, yang biasa disebut juga bidang usaha kontraktor. Menurut definisi, kotraktor adalah orang atau suatu badan di bawah badan usaha untuk melakukan pekerjaan proyek berdasarkan pada kontrak yang telah disepakati oleh kontraktor dan pemilik proyek.

Secara umum, untuk membangun proyek-proyek besar, seperti pembangunan real estate, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan akan menggunakan jasa kontraktor. biasanya hal yang pertama kali dilakukan kotraktor sebelum memulai pekerjaannya adalah, kontraktor akan bertemu dengan kliennya untuk membahas Rancangan Anggaran Biaya (RAB), survei langsung ke lokasi pembangunan hingga penerbitan surat perintah kerja (SPK) . Ketika kontraktor survei akan mengukur lebih rinci tentang pengeluaran dan anggaran.

Jenis-jenis Pembayaran Kontraktor

Ada dua cara perusahan kontraktor menarapkan sistem pembayarannya. yang Pertama, ada pembayaran progresif atau angsuran. Kedua, kontraktor bertanggung jawab penuh untuk mengelola uang yang kamu berikan. Jadi di mana bedanya dimana ya? nah berikut penjelasannya

1 Pembayaran dengan angsuran / termin

biasanya secara umum sistem dengan angsuran ini dibagi menjadi 4 tahap yang harus dibayar sesuai dengan perkembangan atau progres proyek. Sebelum proyek dimulai, biasanya kamu harus membayar deposit sebesar 20 sampai 30 persen dari nilai kontrak. jika perusahan kontraktor sudah menyelesaikan pekerjaannya sekita 50%, pelanggan harus membayar 30% dari nilai nilai kontrak. dan jika pekerjaan sudah mencapai 80%, maka pelanggan harus siap kembali membayar 20% dari nilai kontrak. Hingga proses pembangunan selesai 100% pelanggan harus melunasi sisanya.

2. Kontraktor sebagai pemilik proyek

Sistem pembayaran ini dikenal juga dengan sebutan cost and fee. Sistem pembayaran ini membuat kontraktor hanya sebagai pengelola proyek saja. Sistemnya tidak berupa paket seperti pada pembayaran dengan sistem termin. Kontraktor yang menggunakan sistem pembayaran ini biasanya mengambil 10-20 persen dari nilai proyek yang dijanjikan

Hal yang perlu dimiliki dalam perusahaan kontraktor adalah:

  • Mempunya RAB (Rancangan Anggaran Biaya) setiap Proyek
  • Perlunya menyusun anggaran bahan baku dan Biaya Proyek
  • Menyusun Schedule atau Termin penagihan pembayaran setiap progress pekerjaan
  • Survey langsung proyek dilapangan
  • Melakukan Pembelian Material per proyek
  • Menghitung PPH 23
  • mencatat upah pekerja proyek
  • Kontrol bahan baku proyek yang terpakai
  • Dan lain sebagainya

sekarang perusahaan kontraktor tidak perlu lagi merasa dipusingkan oleh hal-hal yang bersifat administratif seperti yang disebutkan di atas karena telah tersedia Software Akuntansi Perusahaan Jasa Konstruksi yaitu Accurate Deluxe.

Fitur Kontruksi pada Software akuntansi untuk kontraktor “ACCURATE”

  1. Fitur pembayaran termin yang ada membantu perusahan untuk memnentukan jadwal pembayaran ke pada pelanggan

2. Fitur Rancangan Anggaran Biaya yang ada untuk membantu perusahan kontraktor untuk menentukan dan mengagendakan kegiatan apa saja yang perlu dikerjakan, Di dalam Accurate Deluxe, kita bisa menyusun pekerjaan proyek dengan sangat detail. Setiap pekerjaan bisa dirincikan menggunakan material apa saja dan berapa total kuantitasnya sehingga otomatis akan terhitung Hpp Proyeknya.

3. Selain itu di Accurate Deluxe juga bisa mencatat tagihan berupa invoice yang ditagihkan kepada  pelanggan sesuai dengan progres yang sudah dikerjakan.

4. Tidak hanya itu Accurate Deluxe bisa menyajika laporan seperti Laba Rugi per proyek sehingga bisa membandingkan keseluruhan proyek. Dari semua proyek yang dikerjakan, proyek mana yang memiliki profit paling tinggi.

INFO LENGKAP MENGENAI FITUR >> FITUR ACCURATE DELUXE

Jika ingin berkonsultasi langsung dengan kami hubungi Telep 0812-96921270 / WA